KENDAL, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal menyiapkan anggaran besar mencapai Rp5 miliar untuk pengadaan seragam batik bercorak khas Kendal. Program ini dirancang sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan sekaligus untuk memperkuat identitas lokal di kalangan pelajar.
Seragam batik tersebut bukan seragam biasa. Desainnya merupakan hasil rancangan eksklusif Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Ia ingin menghadirkan motif khas Kendal agar pelajar memiliki kebanggaan tersendiri saat mengenakannya.
Rencana pembagian seragam gratis ini akan direalisasikan pada tahun ajaran baru 2025–2026. Pada tahap pertama, pembagian difokuskan kepada siswa kelas 2, 3, dan 4 SD Negeri.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan bahwa proses pengadaan masih berlangsung. Saat ini pihaknya tengah memastikan bahan kain yang digunakan memiliki kualitas terbaik.
“Kami ingin anak-anak menerima seragam yang bagus, nyaman dipakai, dan tahan lama. Setelah itu, pengadaan akan diproses melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) dengan sistem e-katalog,” ujarnya.
Dikatakan, proses pengadaan akan dilakukan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) dengan sistem e-katalog. Dari total anggaran Rp5 miliar, diperkirakan akan dibagikan sekitar 25 ribu setel seragam. Satu setel terdiri atas baju batik khas Kendal dengan bawahan celana putih. Berdasarkan Standar Satuan Harga (SSH), nilai satu setel sekaligus ongkos jahitnya ditaksir Rp200 ribu.
Menariknya, seragam tersebut sudah diberikan dalam bentuk jadi. Artinya, para orang tua siswa tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk menjahit karena seragam bisa langsung dipakai.
“Kami berharap, program pengadaan seragam batik ini diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi orang tua siswa. Tetapi juga menjadi simbol kebersamaan sekaligus pengenalan budaya Kendal sejak dini,” ujarnya. (ags/adf)










