Kudus  

Persaingan Audisi PB Djarum 2025 Makin Panas, ‎Enam Super Tiket Jadi Rebutan di Sektor Putri

‎FOKUS: Tampak salah satu pebulutangkis putri sedang bersiap melakukan smash ke lawan. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Persaingan di sektor putri Audisi Umum 2025 semakin memanas. Ratusan atlet muda berjuang menembus babak turnamen demi mengamankan enam Super Tiket yang tersedia lewat jalur kompetisi. Selain itu, Tim Pencari Bakat juga menyiapkan tiket tambahan bagi peserta yang dianggap memiliki kualitas istimewa meski langkahnya terhenti di fase turnamen.

‎Koordinator Tim Pencari Bakat Putri, Yuni Kartika, menyebutkan ketatnya persaingan terjadi karena kualitas para peserta yang merata di semua kategori, baik U-11, KU 11, maupun KU 12.

‎Dibandingkan tahun sebelumnya, ia menilai kemampuan peserta tahun ini lebih meningkat, terutama dalam hal teknik dasar, kondisi fisik, ketahanan, hingga postur tubuh.

‎“Peserta sekarang jauh lebih siap. Mereka sudah sadar persaingan masuk PB Djarum sangat ketat, sehingga berlatih sejak jauh-jauh hari. Itu membuat tim pencari bakat harus lebih jeli dalam menilai, khususnya terkait aspek fisik dan postur tubuh,” ujarnya.

‎Yuni menjelaskan, postur tubuh kini menjadi salah satu faktor penting dalam menilai calon atlet putri. Menurutnya, tren permainan bulutangkis dunia terus berkembang. Jika dahulu teknik dan pukulan menjadi perhatian utama, kini sektor putri lebih menekankan pada reli panjang dan adu ketahanan.

‎“Atlet dengan postur ideal lebih diuntungkan. Mereka bisa menjangkau seluruh area lapangan sekaligus memiliki endurance lebih baik. Karena itu, postur menjadi salah satu kriteria utama dalam proses seleksi,” tegasnya.

‎Meski demikian, aspek fisik bukanlah satu-satunya yang dinilai. Mentalitas dan karakter juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Yuni menegaskan, dua hal tersebut berperan besar ketika peserta masuk fase karantina di asrama PB Djarum.

‎“Untuk menjadi pemain putri yang komplit, dibutuhkan kecerdasan, bakat, postur tubuh, kekuatan fisik, endurance, serta konsistensi mencapai target. Semua hal ini akan terus digali lebih dalam selama masa karantina,” pungkasnya. (adm).