Kudus  

Bukan Sekadar Tontonan! Lewat Karnaval Budaya, Kudus Sukses Sedot 4 Juta Wisatawan dan Raup PAD Rp3,7 Miliar

KREATIVITAS: Salah satu kearifan lokal Tari Rewang Bandeng Desa Dersalam ditampilkan saat kegiatan karnaval budaya di Alun-alun Simpang Tujuh, baru-baru ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar Karnaval Budaya untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokal kepada masyarakat luas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian warisan budaya, tetapi juga strategi penting dalam meningkatkan kunjungan wisata dan mendongkrak perekonomian daerah.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menegaskan, kegiatan semacam ini merupakan salah satu bentuk promosi efektif untuk memperkenalkan potensi budaya lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Karnaval budaya ini bukan sekadar tontonan, tapi juga bagian dari strategi kita untuk memperkenalkan kearifan lokal Kudus ke tingkat nasional, bahkan internasional,” ungkapnya, baru-baru ini.

Ia menambahkan, peningkatan kunjungan wisata ke Kudus menunjukkan tren positif yang berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2024, Kudus mencatatkan kunjungan empat juta wisatawan dengan capaian PAD dari sektor pariwisata sebesar Rp3,7 miliar. Ini bukti nyata bahwa pariwisata telah menjadi penggerak ekonomi lokal,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah menjelaskan, kegiatan seperti karnaval ini juga menjadi bagian dari rangkaian promosi destinasi unggulan di Kudus. Termasuk wisata religi seperti Makam Sunan Muria dan Menara Kudus, wisata alam Gunung Muria dan Rahtawu, serta wisata kuliner khas Kudus.

“Kami terus mendorong inovasi dan pengembangan destinasi. Saat ini, desa wisata mulai berkembang dan aplikasi digital seperti Kudtour telah kami luncurkan untuk memudahkan wisatawan dalam menjelajahi Kudus,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa acara seperti Table Top 2024 turut mendukung kerja sama antar pelaku industri pariwisata dan mendorong promosi lebih luas.

Selain itu, keberadaan destinasi baru seperti juga memperkuat posisi Kudus sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Jawa Tengah.

“Efek berganda dari sektor ini nyata. Tidak hanya meningkatkan PAD, tapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pendapatan pelaku usaha lokal, seperti UMKM dan jasa wisata,” pungkasnya. (uma/adf)