Kendal  

Dana Pusat Berkurang, Pemkab Kendal Genjot Pajak dan Lirik Potensi Zakat untuk Atasi Kemiskinan

PEMAPARAN: Bupati Kendal saat memberikan sambutan di acara rakor. (AGUS RIYADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kendal menyiapkan langkah strategis menghadapi pengurangan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sebesar Rp189 miliar pada 2026 mendatang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan potensi pajak dan zakat guna memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyusunan Dokumen Perencanaan Tahun 2027 yang digelar di Gedung Abdi Praja Setda Kendal. Kegiatan yang diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta berbagai pemangku kepentingan itu juga dirangkai dengan launching Ruang Layanan Perencanaan Terpadu yang difasilitasi oleh Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Baperlitbang) Kendal.

Penyusunan dokumen perencanaan tahun 2027 diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan yang makin kompleks dan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas. Tema yang diusung, “Penguatan Kerja Kolaborasi dan Sinergi Antar Sektor untuk Kendal Berdikari”, menjadi pedoman agar pembangunan berjalan efektif meski terjadi penurunan dana dari pusat.

Kepala Baperlitbang Kendal, Izzuddin Latif menyampaikan bahwa langkah konkret menghadapi pengurangan dana pusat antara lain dengan memaksimalkan potensi pajak dan zakat daerah.

“Optimalisasi pajak akan membantu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sedangkan potensi zakat bisa disinergikan untuk penanggulangan kemiskinan. Targetnya, angka kemiskinan dapat turun hingga delapan persen,” jelasnya, belum lama ini.

Izzuddin juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan pemahaman bersama antarinstansi agar arah pembangunan 2027 dapat berjalan sesuai prioritas.

“Kita harus menyamakan persepsi dan mengintegrasikan seluruh potensi agar pembangunan tetap berjalan efektif meskipun dana pusat berkurang,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari berharap, Rakor ini bisa menghasilkan perencanaan yang matang dan terukur. Selain itu, akan terjalin kolaborasi dan partisipasi dari seluruh stakeholder.

“Harapannya dari Rakor itu akan menghasilkan perencanaan yang sesuai,” harapnya. (ags/adf)