SEMARANG, Joglo Jateng – Ratusan santri dari berbagai daerah di Jawa Tengah memadati Kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah di Jalan Tri Lomba Juang, Rabu (15/10/2025). Mereka menggelar aksi damai menuntut agar izin siar stasiun televisi Trans7 dicabut, setelah tayangan program Expose Uncensored dinilai melecehkan pondok pesantren dan para kiai.
Aksi yang dimulai sejak pukul 10.30 itu berlangsung tertib. Para santri, mayoritas mengenakan sarung dan baju koko putih, melantunkan selawat dan doa istigosah di sela-sela orasi. “Tutup Trans7 harga mati! Cabut Trans7 harga mati!” seru massa dalam orasinya.
Salah satu orator menyampaikan kekecewaannya atas tayangan yang dianggap tidak menghormati dunia pesantren.
“Menjelang Hari Santri, kita justru mendapat kado yang mencederai santri. Ini bukti ketidaktahuan mereka terhadap dunia pesantren,” ujarnya.

Perwakilan santri berharap KPID Jateng dapat menyalurkan aspirasi mereka ke tingkat pusat. “Semoga kebijakan pihak terkait bisa memberikan yang terbaik untuk kita semua,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya adab dalam dunia pendidikan. “Ingat, sebelum ilmu diajarkan, adab lebih tinggi dari ilmu pengetahuan,” tegasnya.
Ketua KPID Jateng, Muhammad Aulia Assyahiddin, membenarkan aksi tersebut diikuti sekitar 1.000 santri dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
“Intinya mereka menyampaikan aspirasi dan menyayangkan tayangan Expose Uncensored di Trans7,” jelasnya.










