Kasus Kekerasan Seksual Anak di Pemalang Melonjak, Kecamatan Taman Tertinggi

Kabid PPPA Dinsos KBPP Pemalang Triyatno Yuliharso
Kabid PPPA Dinsos KBPP Pemalang Triyatno Yuliharso. (UFAN FAUDHIL/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Angka kasus kekerasan seksual anak dan perempuan di Kabupaten Pemalang menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan sepanjang tahun 2025. Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos KBPP) Pemalang mencatat lonjakan kasus menjadi 90 insiden, meningkat 19 kasus dibanding tahun 2024 yang tercatat sebanyak 71 kasus.

Dari total laporan tersebut, Kecamatan Taman menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi. Ironisnya, lonjakan angka ini dinilai hanya sebagian kecil dari fenomena gunung es yang terjadi di lapangan, mengingat masih banyaknya kendala dalam pelaporan dan penanganan hukum.

Rata-Rata Dua Kasus Per Pekan

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinsos KBPP Pemalang, Triyatno Yuliharso merinci, dari total 90 kasus, sebanyak 60 kasus merupakan kekerasan terhadap anak.

“Kalau dirata-rata, per pekan ada dua kasus pelecehan anak di 2025 lalu. Pelakunya bervariasi, ada yang dari lingkungan terdekat hingga berkenalan di media sosial,” ujarnya saat memberikan keterangan terkait evaluasi kasus tahunan.

Meskipun sosialisasi dan pembentukan forum anak telah dilakukan secara masif, Triyatno mengakui angka kekerasan justru meningkat pesat.

Oknum Desa Cegat Laporan, Paksa Mediasi

Selain tingginya angka kejadian, Triyatno menyoroti lambatnya proses hukum yang memakan waktu enam bulan hingga satu tahun. Masalah diperparah dengan adanya intervensi dari oknum-oknum di tingkat desa yang menghambat penanganan kasus kekerasan seksual anak.