KUDUS, Joglo Jateng – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Kudus salurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Minggu (18/1/2026). Sebanyak 1.000 paket sembako didistribusikan langsung menyasar wilayah pengungsian dan desa yang masih terendam.
Bantuan ini diserahkan melalui program BRI Peduli Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Langkah cepat ini diambil untuk merespons kondisi warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan dasar akibat lumpuhnya aktivitas ekonomi pascabencana.
Branch Manager BRI Kudus, Yudhiarto menjelaskan, program ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok harian. Pihaknya menyasar wilayah dengan dampak kerusakan cukup parah dan konsentrasi pengungsi yang tinggi.
Sasaran Distribusi Sembako
Yudhiarto merinci, total 1.000 paket sembako tersebut tidak ditumpuk di satu lokasi, melainkan disebar ke tiga titik strategis. Penyaluran melibatkan pemerintah desa setempat agar data penerima akurat dan tepat sasaran.
Berikut rincian lokasi penyaluran bantuan BRI Peduli di Kudus:
- Balai Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo (200 paket).
- Posko Pengungsian Aula DPRD Kudus (400 paket).
- Kecamatan Undaan meliputi Desa Wates, Ngemplak, dan Jetis Kapuan (400 paket).
“Ini merupakan program kepedulian sosial BRI di wilayah Kudus. Kami menyalurkan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir di beberapa titik,” ujar Yudhiarto.
Komitmen Pulihkan Kudus
Paket bantuan yang diberikan berisi bahan makanan esensial seperti beras, minyak goreng, dan mi instan. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban warga yang terisolir maupun yang bertahan di pengungsian.
Khusus untuk wilayah Undaan, penyaluran dilakukan langsung kepada masyarakat. Hal ini untuk memastikan bantuan segera bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur warga.
Yudhiarto menegaskan, BRI berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam layanan perbankan tetapi juga kemanusiaan. “Semoga bantuan ini bisa membantu kebutuhan sehari-hari warga dan menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabanjir,” pungkasnya. (adm/rds)










