BATANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Batang memperluas program bantuan seragam sekolah gratis pada tahun ajaran 2026. Jika sebelumnya hanya diberikan kepada siswa sekolah negeri, kini bantuan tersebut juga menyasar siswa baru di sekolah swasta jenjang SD dan SMP.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan, perluasan program ini merupakan komitmen Bupati Batang M. Faiz Kurniawan dan Wakil Bupati Suyono. Hal ini bertujuan untuk membantu meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua siswa.
“Tahun ini penerima bantuan tidak hanya sekolah negeri, tetapi juga SD dan SMP swasta yang menjadi kewenangan Dinas Pendidikan,” kata Bambang, Kamis (11/6/2026).
Dia menjelaskan, untuk mendukung program tersebut, Pemkab Batang mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3,8 miliar. Dana yang dicairkan nantinya disesuaikan dengan jumlah riil peserta didik baru yang diterima sekolah, sehingga penggunaan anggaran tetap tepat sasaran.
Berdasarkan proyeksi Disdikbud Kabupaten Batang, program ini akan menjangkau sekitar 23 ribu siswa baru. Jumlah itu terdiri dari sekitar 15 ribu siswa SD negeri dan swasta, serta 8 ribu siswa SMP negeri dan swasta.
Adapun jenis seragam yang diberikan masih sama seperti tahun sebelumnya. Bantuan yang diberikan yakni berupa seragam nasional untuk siswa baru SD dan SMP.
Selain membantu keluarga siswa, Pemkab Batang juga ingin memastikan program tersebut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Karena itu, pengerjaan seragam diutamakan melibatkan penjahit yang berada di wilayah Kabupaten Batang.
Pengelolaan anggaran program ini akan dilakukan oleh masing-masing sekolah. Sementara itu, para penjahit lokal didorong aktif berkoordinasi dengan sekolah di wilayahnya masing-masing.
“Kami mengutamakan penjahit Batang agar manfaat program ini tidak hanya dirasakan siswa dan orang tua, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengerjaan seragam dari luar daerah hanya menjadi pilihan terakhir apabila kapasitas penjahit lokal tidak mencukupi. Selama masih tersedia penjahit di Batang, kebutuhan seragam diharapkan dapat dipenuhi oleh pelaku usaha setempat.
Melalui perluasan program seragam gratis ini, Pemkab Batang berharap akses pendidikan semakin terjangkau. Langkah ini sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah melalui pemberdayaan usaha jasa jahit lokal. (fan/ree/rds)










