Kudus  

ASTI Perluas Jam Terbang, 13 Tim Berlaga di Soeratin

ASTI mengirimkan 13 tim dari kelompok usia 13, 15, dan 17 tahun sebagai upaya memperluas jam terbang para pemain muda pada ajang Piala Soeratin 2026, baru-baru ini. (DOK PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) kembali menunjukkan keseriusannya dalam membina pesepak bola usia dini.

Pada ajang Piala Soeratin 2026, ASTI mengirimkan 13 tim dari kelompok usia 13, 15, dan 17 tahun sebagai upaya memperluas jam terbang para pemain muda.

Bagi ASTI, kompetisi bukan sekadar ajang berburu gelar, melainkan bagian penting dari proses mencetak talenta yang siap bersaing di level nasional hingga internasional.

CEO ASTI, Arif Budianto mengatakan, keikutsertaan 13 tim pada Piala Soeratin tahun ini merupakan implementasi dari filosofi pembinaan yang selama ini dijalankan akademi.

Menurutnya, kompetisi merupakan ruang belajar terbaik bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan teknik, mental, disiplin, serta karakter.

Pernyataan tersebut disampaikan Arif usai menjadi narasumber dalam salah satu program olahraga di stasiun televisi nasional di Jakarta.

Ia menegaskan, ASTI tidak menjadikan gelar juara sebagai target utama. Pihaknya lebih fokus membangun proses pembinaan yang berkelanjutan sehingga setiap siswa memiliki kesempatan berkembang sesuai potensinya.

“Filosofi kami sederhana, pembinaan harus menjadi prioritas utama. Anak-anak tidak cukup hanya berlatih, tetapi juga harus memiliki jam terbang melalui kompetisi,” kata Arif.

“Karena itu kami mengirimkan 13 tim di Piala Soeratin agar semakin banyak siswa memperoleh pengalaman bertanding,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa prestasi adalah buah dari proses latihan yang konsisten serta kerja keras pemain, pelatih, dan seluruh official.

Menurutnya, keberhasilan sebuah akademi tidak hanya diukur dari jumlah trofi yang diraih. Namun, juga dilihat dari banyaknya pemain yang berhasil naik ke level lebih tinggi, baik memperkuat klub profesional maupun tim nasional.

“Kami ingin setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Mungkin tidak semua menjadi juara tahun ini, tetapi setiap pertandingan adalah investasi pengalaman bagi mereka,” ujarnya.