DEMAK, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Demak (Pemkab) kembali menggelar Demak Expo sebagai ajang promosi produk unggulan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pameran yang berlangsung selama empat hari itu menghadirkan berbagai produk unggulan dari pelaku UMKM, sektor perumahan, perbankan, hingga layanan pemerintah.
Bupati Demak, Eisti’anah mengatakan, penyelenggaraan Demak Expo merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Tujuannya adalah untuk memperkuat perekonomian daerah melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus membeli produk-produk asli Kabupaten Demak. Dengan meningkatnya transaksi selama pameran, diharapkan roda perekonomian masyarakat juga semakin bergerak.
“Melalui Demak Expo kami ingin memberikan ruang promosi yang lebih luas bagi UMKM. Harapannya produk-produk lokal semakin dikenal masyarakat dan mampu meningkatkan daya saing di pasar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak hanya memberikan kesempatan promosi melalui pameran, tetapi juga terus melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM. Pendampingan tersebut meliputi pelatihan usaha, bantuan permodalan, hingga pembukaan akses pemasaran yang lebih luas.
“Kami juga terus mendorong para pelaku usaha memanfaatkan platform digital dan marketplace. Langkah tersebut sangat efektif memperluas jangkauan pasar,” tuturnya.
“Bahkan sejumlah UMKM di Demak telah mengalami peningkatan penjualan setelah memasarkan produknya secara daring,” imbuhnya.
Untuk mendukung legalitas usaha, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Demak (Dindagkop UKM) turut memfasilitasi pengurusan berbagai perizinan. Seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga sertifikasi halal bekerja sama dengan Kementerian Agama.
Dalam kesempatan itu, Eisti’anah juga memaparkan perkembangan pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) Kabupaten Demak. Hingga saat ini, sebanyak 160 koperasi telah terbentuk dari target 249 desa.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk jajaran Kodim yang aktif mendampingi pemerintah desa dalam proses pembentukan koperasi. Meski belum seluruhnya diluncurkan secara serentak, sejumlah KMP telah mulai beroperasi dan menjalin kemitraan dengan berbagai instansi.
“Beberapa koperasi sudah mulai berjalan dan bekerja sama dengan Bulog dalam distribusi pangan maupun dengan Bank Jateng melalui layanan Laku Pandai. Ini menjadi langkah awal untuk memperkuat ekonomi desa,” katanya.
Salah satu stan yang menarik perhatian pengunjung adalah produk minyak gosok herbal hasil inovasi pelaku UMKM lokal. Saat meninjau stan tersebut, Bupati berdialog dengan pemilik usaha mengenai manfaat produk yang dikembangkan dari bahan-bahan alami.
Pengelola usaha menjelaskan produknya telah digunakan masyarakat selama sekitar satu tahun. Produk tersebut diklaim aman digunakan karena telah mengantongi izin dari Dinas Kesehatan.
Produk ini dipasarkan sebagai minyak gosok dan minyak urut yang dimanfaatkan untuk membantu meredakan pegal, nyeri otot, hingga keluhan persendian.
“Semoga inovasi seperti itu terus berkembang sehingga semakin banyak produk lokal Demak yang memiliki daya saing tinggi. Memenuhi aspek legalitas, dan mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya. (adm/fat/rds)










