DEMAK, Joglo Jateng – Kasus Covid-19 di Kabupaten Demak kembali naik, khususnya di wilayah perbatasan dengan Kudus. Kecamatan paling tinggi kasusnya berada di Kecamatan Karanganyar. Kemudian, Kecamatan Demak Kota dan Kecamatan Guntur.
Satgas Covid-19 Kabupaten Demak sekaligus Dandim 071/ Demak, Letkol Arh Muh Ufiz mengatakan, setidaknya ada sepuluh desa yang terdeteksi paling banyak warganya terkena Covid-19. Sepuluh desa tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, paling banyak di wilayah Kecamatan Karanganyar.
Melihat kondisi itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak bersama Satgas Covid-19 akan memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sepuluh desa tersebut.
“Akan ada ada one get system keluar masuk masyarakat diatur. Terutama di desa-desa yang sudah terpapar paling banyak seperti pada Kecamatan Karanganyar di Desa Ngemplik Wetan, karena yang terkonfirmasi positif lumayan banyak,” jelasnya saat melakukan monitoring vaksinasi di Puskesmas Guntur II, belum lama ini.
Senada, Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adhittama mengungkapkan, Demak sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Kudus, tingkat penularannya cukup tinggi. Karena itu, Satgas Covid-19 akan kembali memperketat protokol kesehatan (prokes).
“Seluruh aktifitas masyarakat akan diperketat sesuai prokes. Tidak hanya hajatan wargan, namun kegiatan keagamaan lainnya juga akan diperketat, termasuk penutupan tempat wisata. Tempat-tempat nongkrong juga akan kita pantau ketat,” tandasnya.
Sementara itu, menanggapi kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Demak, Bupati Demak Eisti’anah mengaku akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.
Untuk antisipasi lonjakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa untuk menyiapkan ruang isolasi. Sedangkan untuk pemkab sendiri sudah menyiapkan ruang isolasi di gedung BKPP dan Wisma Hasanah.
“Sudah kita koordinasikan, kita juga akan mengoptimalkan fungsi Jogo Tonggo. Jika ditemukan warga yang positif Covid-19, kita akan lockdown RT. Nanti dari desa akan mencukupi kebutuhan mereka,” paparnya. (cr3/gih)










