Kudus  

Penerima BLT Dana Desa Terima Vaksinasi Covid-19

Bupati Kudus Hartopo
PANTAU: Bupati Kudus Hartopo meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi dan pembagian bantuan langsung tunai (BLT) dana desa di Balai Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Senin (5/7). (ANTARA/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Warga Kabupaten Kudus, yang menerima bantuan langsung tunai (BLT) dana desa diminta menjalani vaksinasi Covid-19. Hal itu sebagai upaya percepatan vaksinasi yang dicanangkan pemerintah untuk menekan penyebaran kasus corona.

Menurut Bupati Kudus Hartopo vaksinasi terhadap penerima BLT dana desa memang belum dilaksanakan secara menyeluruh di semua desa. Karena itu baru program Pemerintah Desa Jepang, Kecamatan Mejobo yang dimulai Senin (5/7).

Inovasi baru tersebut juga mendapatkan apresiasi darinya, karena bisa mempercepat vaksinasi Covid-19 di Kudus yang hingga kini pencapaiannya baru 5-6 persen dari target 664.666 sasaran. Dengan adanya kerja sama berbagai pemangku kepentingan tentunya bisa mencapai target vaksinasi.

“Sangat bagus, ini merupakan sebuah inovasi baru dari Pemdes Jepang. Selain penyerahan BLT DD, juga dilakukan vaksinasi serta edukasi pada masyarakat tentang pentingnya vaksin” ujarnya.

Masyarakat yang mengikuti vaksinasi juga menyambutnya dengan baik karena demi kepentingan bersama mempercepat penanganan Covid-19. Ia berharap inovasi yang digagas dan sudah dipraktikkan di Desa Jepang bisa ditiru oleh desa lainnya dalam penyaluran BLT DD sekaligus vaksinasi.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus juga diinstruksikan untuk mensosialisasikan inovasi baru tersebut kepada desa-desa lainnya. Sehingga pelaksanaannya bisa lebih cepat.

Jika sebelumnya sasaran vaksinasi khusus untuk orang dewasa dan orang tua, maka untuk tahap selanjutnya sasaran anak-anak. Saat ini program tersebut baru mulai disosialisasikan serta memberikan edukasi terhadap orang tuanya. Sementara vaksinnya masih menunggu penambahan alokasi karena persediaannya menipis.

Terkait pelaksanaan PPKM darurat, dia menganggap, berjalan dengan baik dan intensitas kegiatan masyarakat di Kudus juga mulai berkurang. Menurutnya kesadaran masyarakat semakin tinggi.

“Selama tiga hari berlangsung PPKM darurat, kesadaran masyarakat mematuhi prokes semakin tinggi karena banyak yang tidak berkegiatan. Pusat perbelanjaan juga tutup sementara dan rumah makan juga telah menerapkan sistem bawa pulang,” ujarnya. (ara/fat)