PATI, Joglo Jateng – Upaya penanggulangan pandemi Covid-19 yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Pati memperlihatkan perkembangan bagus. Kini ruang karantina isolasi terpusat di Ruang Wijayakusuma RSUD RAA Soewondo dan Hotel Kencana sudah nyaris habis.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Subawi mengatakan, sebelumnya RSUD Soewondo dan Hotel Kencana mencapai puncak hunian pada Mei dan Juni 2021. Kedua tempat tersebut penuh dengan keberadaan pasien yang menjalani karantina.
“Sekarang yang masih dalam isolasi terpusat tinggal 1 pasien. Di Ruang Wijayakusuma 2 pasien terakhir telah pulang hari ini (kemarin, red) dan tinggal 1 orang di Hotel Kencana,” terangnya, kemarin.
Angka tersebut sangat signifikan jika dibandingkan pada saat Mei dan Juni lalu, di mana Hotel Kencana pernah menampung pasien karantina sebanyak 84 orang. Padahal ketersediaan ruang isolasi hanya berkapasitas 60 orang. Menurutnya saat ini situasi mulai terkendali sebab kesadaran masyarakat meningkat.
Meskipun begitu, pihaknya tetap menyiagakan tenaga kesehatan yang berjaga 24 jam di tempat isolasi yang terbagi dalam 3 shift. Setiap shift jaga diisi satu tim tenaga kesehatan yang terdiri dari 2 perawat dan 1 dokter jaga.
“Perkembangannya bisa dilihat dari status PPKM Darurat di Kabupaten Pati berada pada level 3, atau menurun dari sebelumya yang berada di level 4,” jelasnya.
Demikian pula soal kapasitas BOR (Bed Occupancy Rate) rumah sakit di wilayahnya saat ini telah menurun hingga 26% atau sudah berada di angka normal. Hal tersebut diakuinya berkat kerja sama yang terjalin baik antara semua pihak yakni masyarakat dengan pemerintah lintas sektor.
Terkait diperpanjang atau tidaknya sewa Hotel Kencana, Subawi belum bisa memberi keterangan. Lantaran hal tersebut kewenangan Ketua Satgas Covid-19 dan BPBD.
“Kami berharap capaian ini terus mengalami peningkatan sehingga program PPKM dari Pemkab tak lagi diperpanjang. Tenda-tenda darurat di sejumlah rumah sakit telah dibongkar,” tandasnya. (cr4/fat)










