DEMAK, Joglo Jateng – Kebakaran hebat melanda Pasar Karangawen Kamis (20/1) dini hari. Akibat peristiwa itu, perlu dilakukan upaya relokasi bagi para pedagang yang terdampak.
Ketua DPRD, Fahrudin Bisri Slamet mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Demak (Dindagkop UKM) Demak dan Dinas Perhubungan Demak guna menentukan tempat relokasi. Dari hasil diskusi, tempat yang dipilih yakni dekat dengan Terminal Karangawen.
“Alhamdulillah karena cepat tanggap dari dua OPD ini, tempat relokasi sementara yang dipilih yang dekat terminal. Untuk penganggaran, diupayakan untuk pergeseran mendahului perubahan. Kami dari DPRD akan mem-back up secara sempurna terkait dengan pergeseran anggaran ini,” ujarnya saat mengecek lokasi kejadian, Kamis (20/1).
Kepala Pasar Brambang, Khaeron mengatakan, belum diketahui secara pasti penyebab terbakarnya pasar tradisional yang berada di Desa Brambang, Karangawen ini. Peristiwa ini menyebabkan sebanyak 208 kios pedagang ludes.
“Atas izin Kepala Desa, pedagang kemungkinan dialihkan ke sebelah selatan pasar Karangawen,” tuturnya.
Sementara itu, Anggota Regu Damkar Karangawen,Tri Sulistyono menuturkan, pihaknya menerima laporan kebakaran pukul 23.30 WIB dan langsung terjun ke TKP. Proses pemadaman dibantu warga, relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PMI, dan petugas lain.
Lima mobil kebakaran dikerahkan untuk memadamkan pasar yang terletak di tepi ruas jalan Semarang-Purwodadi tersebut. Yakni mobil pemadam dari Demak, Semarang, dan Purwodadi Grobogan.
“Pemadaman sejak pukul 5 pagi tadi sudah tuntas dilaksanakan. Hingga tadi jam 9 pagi petugas masih melakukan proses pendinginan,” ujarnya. (cr3/ern)










