Demak  

Pedagang Berharap Pasar Karangawen Segera Direlokasi

Pedagang korban kebakaran Pasar Karangawen
SUASANA: Pedagang korban kebakaran sedang menjajakan dagangannya di bawah sisa reruntuhan bekas kios mereka, Minggu (23/1/22). (ISTIMEWA / JOGLO JATENG)

DEMAK, Joglo Jateng – Puing sisa kebakaran Pasar Karangawen pada Kamis (20/1) terlihat masih berserakan. Meski demikian, puluhan pedagang tetap menggelar lapaknya di bawah sisa reruntuhan bekas kios mereka.

Karmila, pedagang sembako mengemukakan perihal kerugian yang dideritanya. Ia mengaku dirinya sudah berbelanja untuk mempersiapkan stok sembako menjelang bulan suci Ramadan.

“Empat kios ludes, belum bisa memperkirakan total kerugian. Padahal sehabis mengisi kios dengan dagangan penuh, persiapan bulan suci Ramadhan,” ungkapnya, Minggu (23/1/22).

Ia mengatakan, amukan api melahap 229 kios pedagang begitu cepat. Saat tiba di lokasi ia hanya bisa pasrah. Kios miliknya sudah ludes terbakar. “Jam 12 api sudah membumbung, mau berusaha menyelamatkan dagangan, dihadang petugas,” tambahnya.

Sri Setyorini pedagang lain mengaku hanya bisa berharap relokasi segera dilakukan. Karena hanya dengan perjalananlah dia mencukupi kebutuhan hidupnya. “Segera dipercepat, supaya kondisi kembali normal. Bagaimana lagi, disini menjadi mata pencaharian lebih dari 200 pedagang,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Demak Iskandar Zulkarnain menyebut, alokasi dana relokasi sudah disiapkan melalui anggaran pergeseran mendahului perubahan dindagkop UKM.

Untuk menyiapkan pasar darurat itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan Aset Daerah (BPKPAD). Yakni terkait status bencana tersebut bisa dikategorikan bencana sosial atau tidak.

“Hampir 50 persen los dan kios terbakar. Kalau kejadian ini bisa masuk bencana sosial, maka dapat menggunakan dana tak tersangka (DTT). Kita kaji bersama dengan BPKPAD,” ucapnya. (cr3/gih)