Kudus  

Sinergitas Bersama Tingkatkan Mutu Pendidikan

FOKUS: Suasana para Antusias para tamu undangan dalam mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi dan Sarasehan PMO PSP IKM di Aula DPRD Kudus, Kamis (8/9). (SHELA MEYLANI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berkolaborasi. Ketiganya bersama dengan Balai Besar Peningkatan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Rapat Koordinasi dan Sarasehan.

Rapat Koordinasi dan Sarasehan terkait dengan Pokja Manajemen Operasional (PMO) Program Sekolah Penggerak (PSP) Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Kabupaten Kudus. Kegiatan diselenggarakan selama satu hari di Aula DPRD Kudus, Kamis (8/9).

Sekretaris Disdikpora Dian Vitayani menjelaskan, IKM yang diterapkan pada sekolah penggerak maupun mandiri adalah jawaban dari keinginan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kudus. Seluruh pihak harus mendukung sepenuhnya upaya yang dapat melancarkan program sekolah penggerak dan juga IKM.

“Dari berbagai pihak harus bergotong royong untuk meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya melalui program sekolah penggerak dan IKM. Dengan begitu sinergi yang diciptakan semakin kuat,” terangnya.

Koordinator Wali Wilayah BBPMP Jawa Tengah Alif Noor Hidayati menjelaskan, kegiatan itu membahas tentang kebijakan Pemkab yang berkaitan dengan sekolah penggerak, dan juga IKM. Poinnya ialah sounding ke DPRD supaya di tahun berikutnya akan ada perkembangan perhatian dalam bentuk program maupun penganggaran di dunia pendidikan.

Kegiatan ini untuk menjalin komunikasi antar sekolah yang menerapkan IKM, baik yang sekolah penggerak maupun mandiri. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan ada lebih banyak perhatian yang diberikan dari Pemkab, baik itu eksekutif maupun legislatif. Supaya ekosistem pendidikan di Kabupaten Kudus makin menguat.

“Untuk menguatkan ekosistem dan mutu pendidikan dapat melalui berbagai program. Salah satunya yakni melalui program sekolah penggerak, kurikulum merdeka, dan rapor pendidikan,” terangnya. (cr1/fat)