Pati  

Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal dengan Gandeng Ketoprak

SUASANA: PJ Bupati saat menghadiri sosialisasi gempur rokok ilegal di Plaza Pragolo, Rabu (19/10). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengadakan sosialisasi gempur rokok ilegal dengan mengandeng pentas Ketoprak Siswo Budoyo, Rabu (19/10). Sosialisasi yang melibat seniman itu bertujuan supaya pesan yang disampaikan dapat mudah diterima oleh masyarakat.

Penjabat (PJ) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro mengatakan bahwa peredaran rokok yang tak mengantongi izin perlu diberantas. Sehingga kegiataan ini sebagai bentuk sosialisasi supaya masyarakat tidak membeli ataupun mengedarkan rokok ilegal.

“Acara hari ini sebagai sosialisasi kepada masyarakat. Karena rokok ilegal saat ini memang banyak yang beredar di pasaran,” kata Henggar, Rabu (19/10).

Dia menjelaskan, peredaran rokok ilegal tidak memberikan sumbangsih ke daerah. Dengan mengandeng pentas ketoprak ini supaya sosialisasi mudah diterima masyarakat. Sehingga bisa menghentikan peredarannya.

“Rokok ilegal tentunya tidak ada kontribusi pajak ke pemerintah. Soalnya tidak bayar cukai. Secara umumnya, Harapan kita melibatkan para seniman akan mudah dipahami masyarakat,” tuturnya.

Meskipun begitu, lanjut Hengar, peredaran rokok ilegal di Pati terbilang tidak terlalu banyak. Karena hanya beredar di toko-toko kecil saja. Terlebih, penegak peraturan daerah (perda) juga telah melakukan tindakan terkait hal itu.

“Rata-rata peredarannya hanya di toko kecil atau klontong meski saya kira tidak terlalu banyak. Karena semuanya sekarang sudah bergerak. Dari aparat hukum ataupun penegak hukum. Kita penegak perda juga sudah mulai jalan semua,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Pati Ratri Wijayanto menyatakan sosialisasi ini sebagai bentuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait peredaran rokok ilegal. Yakni melibatkan Ketoprak Siswo Budaya yang mengunakan dana dari hasil cukai rokok dan tembakau.

“Jadi dalam kesempatan ini kami menggadeng ketoprak siswo budoyo untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak mengkonsumsi atau mengedarkan rokok ilegal,” ucap Ratri.

Menurutnya, dengan mengajak seniman ini bertujuan supaya informasi yang disampaikan bisa masuk kedalam lini masyarakat khususnya di perdesaan. Karena, peredaran rokok ilegal di dominasi toko-toko yang berada di desa.

“Kami ingin melakukan penetrasi karena segmentasi penerima informasi bermacam-macam. Kami mencoba masuk ke segmentasi perdesaan yang menyukai dan menggemari seni ketoprak sehingga mereka juga bisa terkena dan menjadi sasaran dari informasi tersebut,” tandas dia. (lut/fat)