Kudus  

Kolaborasi untuk Hadapi Tantangan Fashion Kedepan

MENUNJUKKAN: Seorang siswi SMK Banat tengah menunjukkan koleksi busana di galeri Zelmira, belum lama ini. (AUNUR RAHMAN/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Zelmira merupakan brand fashion yang digunakan untuk hasil karya siswi SMK Banat. Sejumlah busana fashion telah terkenal dan sering mengikuti berbagai pameran yang digelar dalam negeri maupun luar negeri.

Meskipun sudah memiliki nama di kancan internasional, namun tantangan yang harus dihadapi dalam perjalanannya lebih besar. Karena semua busana yang dikerjakan dari industri, merupakan pembelajaran bagi siswa SMK Banat.

Bupati Hartopo mengatakan, pemerintah berupaya mensupport kegiatan ekonomi kreatif masarakat. Terlebih setelah pandemi tahun lalu yang sempat menghambat perekonomian negara. Tahun ini menjadi awal kebangkitan pelaku ekraf, maka perlu ditingkatkan.

“Ekonomi kreatif sekarang ini menjadi kunci, dalam menunjang kesejahteraan masyarakat. Sehingga pemerintah tengah gencar-gencarnya menggerakkan roda ekonomi di Kudus. Bahkan kami telah menyiapkan sejumlah program di sembilan kecamatan,” kata Hartopo.

Ketua Program Keahlian Busana dan Ketua Zelmira, Lilik Muflikah mengatakan, pandemi tahun lalu tidak terlalu berdampak pada fashion Zelmir. Sebab dukungan dari berbagai pihak, diantaranya dari Pemerintah Kabupaten. Kolaborasi ini mampu membawa Zelmira eksis di dunia fashion.

“Peran pemerintah sangat membantu menjalin kerja sama dan memberikan informasi dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan fashion. Kita pernah diundang Kemendikbud mengikuti pendidikan Vokasi, dan lolos kurasi jadi tidak bayar di acara fashion show Jakarta,” ucap Lilik.

Lilik mengungkapkan, tantangan sesungguhnya dari dunia fashion yakni perkembangan masyarakat terhadap fashion sangat beragam. Sehingga baik siswa dan guru perlu untuk update pakaian yang sedang tren baik nasional maupun interasional.

“Bagi Zelmira mengenai tantangan, semua itu butuh komitmen tim. Sehingga dapat mengatasi segala hambatan kedepannya. Serta perlu ada respon yang baik untuk selalu berinovasi dan berkreasi. Mengingat perkembangan dunia fashion yang sangat cepat,” ujar Lilik.

Sementara itu, Lilik mengungkapkan bahwa tingkat penjualan semakin meningkat. Semenjak pameran internasional yang pernah diikuti hingga sekarang. Adapun jumlahnya mengikuti sesuai release dari daftar koleksi busana yang tersedia di Zelmira.

Selanjutnya dalam satu koleksi terdapat jumlah produksi 6 sampai 12 looks. Lalu satu looks terdiri dari tiga hingga empat pcs. Sehingga masing-masing looks dapat dilakukan produksi berkali-kali sesuai pesanan dari pelanggan. (cr3/fat)