KUDUS, Joglo Jateng – Olahraga panahan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 4 Kudus menjadi pionir bagi sekolah-sekolah lain di wilayah tersebut. Dulunya sebelum pandemi melanda, ekstrakurikuler panahan SMP 4 Kudus sangat semarak dan cukup berprestasi. Sempat vakum, kini ekskul tersebut mulai dikembangkan kembali.
Kepala SMP 4 Kudus Dedi Triaprianto menjelaskan, ekstrakurikuler sebagai wadah tumbuh kembangnya para pelajar dibidang non-akademik. Untuk itu, semaksimal mungkin SMP 4 Kudus memberikan kesempatan bagi para pelajarnya untuk berproses dalam mengembangkan bakat dan minat mereka.
“Kami memberikan kesempatan anak-anak untuk berproses. Karena bagi kami proses itu penting. Ekstra panahan kini kembali aktif namun belum sesemarak dahulu sebelum adanya pandemi,” terangnya.
Kedepannya, ekskul panahan tersebut akan terus dikembangan untuk mewadahi para pelajarnya dengan potensi dibidang panahan. Kini tengah diupayakan pemenuhan sarana prasarana untuk kebutuhan ekskul tersebut.
Pembina Ekstrakurikuler Panahan SMP 4 Kudus Vera Eka Wardani menyampaikan, saat ini ekskul panahan mulai aktif dan mencoba bangkit kembali. Beberapa waktu lalu, berbagai kejuaraan di tingkat Provinsi maupun Nasional telah diikuti. Namun masih belum rezeki untuk meraih juara.
“Rencananya awal Maret depan, kami akan mengikuti Popda Kabupaten. Potensi panahan yang dimiliki para pelajar SMP 4 Kudus sendiri terbilang cukup bagus. Mereka sudah memiliki bakatnya sejak SD,” ujarnya.
Ekstrakurikuler panahan diagendakan setiap hari Senin. Namun, karena panahan membutuhkan latihan yang lebih intensif, maka ekskul tersebut berlatih setiap harinya. Latihan berupa fisik, teknik, mental, dan yoga. Panahan menjadi olahraga yang melatih kesabaran, pasalnya mereka bukan melawan orang lain tapi diri sendiri.
“Latihan kami center kan di lapangan SMA 2 Bae bersama dengan anggota Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) lainnya. Sehingga dapat memicu semangat mereka untuk terus mengembangkan kemampuan,” paparnya. (mey/fat)










