Antisipasi Banjir, Ini Upaya Pemkab Kudus

  • Bagikan
Plt Bupati Kudus HM Hartopo melakukan pantauan kondisi Sungai Wulan
PANTAU: Plt Bupati Kudus HM Hartopo (bertopi merah) bersama Camat Jati dan perwakilan Dinas PUPR Kudus melakukan pantauan kondisi Sungai Wulan, Selasa (7/1).

KUDUS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana melakukan penambahan pompa air atau polder di sekitar Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati. Hal itu guna mengantisipasi bencana banjir yang kerap melanda daerah setempat. Apalagi, saat ini intensitas hujan di Kota Kretek sudah mulai tinggi.

“Penambahan pompa air akan kami usahakan, untuk jumlahnya nanti kita sesuaikan dengan annggaran yang ada,” terang Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat meninjau pompa polder di Sungai Wulan turut Desa Jati Wetan, Selasa (7/1/19).

Saat ini, telah ada dua pompa dengan daya sedot air banjir sebesar 600 liter per detik yang sudah bersiaga di Sungai Wulan. Hanya saja, keberadaan kedua pompa ini dirasa belum cukup maksimal untuk mengatasi problematika banjir.

“Idealnya memang lima. Dalam APBD perubahan akan kami anggarkan untuk penambahan pompa sekitar 1-3 lagi. Menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” lanjut dia.

Dijelaskan, penambahan pompa itu didasari pada intensitas curah hujan. Apabila hujan terus mengguyur selama berhari-hari, maka idealnya diberi tambahan tiga pompa.“Itu jika hujan tujuh hari, tujuh malam,” ucapnya.

Namun melihat kondisi cuaca beberapa hari terakhir, Hartopo menyebut, jika hanya membutuhkan satu tambahan pompa saja. Guna menunjang dua pompa lain yang kini tengah dioperasikan untuk membuang air ke Sungai Wulan.

Selain penambahan pompa, Pemkab Kudus juga akan mengupayakan pembangunan embung untuk pencegahan banjir dalam jangka panjang. Embung, dimungkinakan akan diletakan di sekitar Desa Jati Wetan yang merupakan daerah tampungan air.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan, pihaknya akan memprioritaskan pengadaan pompa terlebih dahulu, sebelum beranjak ke embung.

“Nanti akan kami upayakan pengadaan pompa terlebih dahulu, biayanya per unit bisa Rp 500 juta lebih,” terangnya.

Sementara hingga kemarin pagi, diketahui debit air di Sungai Wulan berada di kisaran 375 meter kubik per detik. Debit tersebut telah mengalami penurunan dari hari-hari sebelumnya dengan besaran debit rata-rata mencapai 400 meter kubik per detik.(ila/mam/lut)

  • Bagikan