Kudus  

Tanam Ribuan Pohon di Patiayam, H.M. Hartopo Tekankan Konservasi Hutan

Plt. Bupati HM Hartopo menyerahkan bibit pohon ke salah satu warga
Plt. Bupati HM Hartopo menyerahkan bibit pohon ke salah satu warga.

KUDUS- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melakukan penghijauan di kawasan pegunungan Patiayam yang gundul, Rabu (15/1). Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kepala BNPB Doni Monardo, Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo beserta istri Mawar Hartopo, Vice President Director Djarum Foundation FX Supanji, Forkopimda, bersama masyarakat mananam pohon di pegunungan Patiayam yang gundul.

Penanaman ribuan bibit pohon tersebut untuk mengembalikan lingkungan pegunungan Patiayam menjadi asri dan hijau. Selama ini, pegunungan Patiayam hanya ditanami tumbuhan musiman seperti ketela. Sehingga 95 persen pegunungan Patiayam cenderung tandus dan kering.

Tandusnya pegunungan juga disinyalir menjadi salah satu penyebab banjir dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Kudus. Oleh karena itu, aksi bersama dari pusat hingga daerah diperlukan untuk ‘memperbaiki’ Patiayam.

Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo akan mengagendakan pembibitan setiap Jum’at menggandeng pelajar, komunitas, petani, dan masyarakat sekitar. Pihaknya menyebut penghijauan adalah tanggung jawab bersama dan perlu gotong royong untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kudus.

Baca juga:  Persiku Kudus Amankan Tiket Liga 2

H.M. Hartopo juga mengimbau agar masyarakat menanam tanaman yang tidak musiman seperti mangga atau alpukat dibandingkan ketela di daerah Patiayam. Bimtek untuk petani juga akan diagendakan melalui Dinas PKPLH. Pihaknya berharap masyarakat peduli dan selalu memantau kondisi Patiayam.

“Menjaga lingkungan adalah urusan bersama. Saya sangat kagum bagaimana Bapak FX Supanji selalu menagih saya terkait aksi penghijauan di Patiayam. Kami harap, masyarakat peduli dan ikut merawat tanaman di Patiayam yang sudah kita tanam bersama. Kami juga mengajak komunitas untuk ikut memantau daerah Patiayam, mana lagi yang harus ditanam jadi tidak gundul,” ucapnya.

Ajakan kepada seluruh komponen masyarakat untuk berperan aktif menghijaukan Patiayam disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Pihaknya menyebut gundulnya pegunungan merupakan kontributor utama yang membawa sedimen ke bawah. Saat ini sudah saatnya seluruh masyarakat beraksi dan tidak ada saling menyalahkan satu sama lain. ” Sekarang saatnya eksekusi. Berhenti saling menyalahkan dan mari kita beraksi bersama menjaga lingkungan,” tegasnya.

Baca juga:  BUMDes Tunjung Seto Sulap Sampah Organik dan Anorganik Jadi Tabungan dan Magot

Keprihatinan atas tandusnya Pegunungan Patiayam pun mengetuk hati Vice President Director Djarum Foundation FX Supanji menghijaukan Patiayam. Komitmen Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui Djarum Trees for Life dalam menjaga lingkungan sejak 1979 dibuktikan dengan menyelenggarakan Konservasi Patiayam.

FX Supanji menjelaskan apabila puncak Patiayam ditumbuhi pohon-pohon rindang, maka air jernih akan mengalir dan mengairi tanah yang ada hingga ke bawah. Apalagi, menjaga lingkungan merupakan tugas setiap individu untuk menjaga keseimbangan bumi seperti saat diciptakan. Pihaknya berharap aksi bersama tersebut akan berguna dan bisa dirasakan hasilnya oleh anak cucu kelak.

Baca juga:  Fogging Tak Lagi Ampuh? Beralih ke 3M Plus untuk Basmi Nyamuk di Golantepus!

“Kami sepakat harus ada hutan lindung di beberapa lokasi di pegunungan Patiayam. Aliran air yang dihasilkan dari pohon akan mengairi dan memberi kehidupan sehingga bermuara pada kemakmuran. Semoga aksi kita semua bermanfaat bagi anak cucu kita nanti,” ucapnya.

3500 bibit telah ditanam telah ditanam di wilayah Patiayam. Penanaman akan terus dilakukan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Patiayam Rejo dan masyarakat sekitar. Terdapat bantuan bibit dari Pusat Pembibitan Tanaman, 10 ribu bibit tanaman dari PKPLH, dan 61 ribu bibit tanaman dari BPDASHL Pemali Jratun. Bibit tersebut terdiri dari mangga, alpukat, jambu bol, durian, beringin, petai, asam jawa, dan beberapa jenis pohon lainnya.

Jenis pohon tersebut dinilai tidak hanya bertahan satu musim dan sesuai dengan kondisi tanah. Diharapkan, tanaman tersebut tetap mendatangkan fungsi ekonomi bagi masyarakat kawasan pegunungan Patiayam.(ila/lut)