SEMARANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menggelar Festival Karya Kolaborasi atau Play Room Fest sebanyak enam subsektor dalam satu event. Yakni Film, DKV, KRIYA, Animasi, Aplikasi, dan Musik. Di acara tersebut, Disbudpar menampilkan hasil karya dari para pelaku kreatif.
Kegiatan yang dilakukan di salah satu hotel di Semarang itu, sekaligus dijadikan sebagai simulasi panduan CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability).
Kepala Disbudpar, Indriyassari mengatakan, acara tersebut dihadiri lebih dari sepuluh seniman visual dan lukis, launching figur icon ambassador tourism Semarang, penambahan vitur destinasi event dan lokal brand di aplikasi lunpia, launching film pendek dan video klip karya kolaborasi sektor musik dan film.
“Dua hari sebelum kegiatan ini para narasumber (penampil) memberikan pembalajaran dan pengalamannya ke peserta, hari ini hasil dari para narasumber ditampilkan dalam acara ini. Kegiatan ini di streamingkan di kanal youtube disbudparkotasemarang,” ujar wanita yang akrab disapa Iin itu, belum lama ini.
Ia juga menjelaskan, acara tersebut dilakukan dalam upaya membangkitkan gairah kreatifitas dan inovasi kepada anak-anak muda.
Sementara itu, Sekretaris Daerah, Iswar Aminuddin menyampaikan, Kota Semarang sedang berupaya menumbuhkan optimisme baru yang menyertai adaptasi kehidupan baru (new normal) di masa pandemi ini. Oleh sebab itu upaya untuk menumbuhkan kreatifitas sangat penting.
“Kita percaya keberhasilan suatu kota itu sangat tergantung produktifitas anak mudanya. Saya harap anak muda terus berkembang, dan saya sudah sampaikan kepada Disbudpar untuk memfasilitasi kreatifitas tersebut,” ujarnya. (cr2/gih)










