Demak  

Akses Menuju Kota akan Ditutup

Wabup Demak Joko Sutanto, Sekda Singgih Setyono, dan Kadin Kominfo Endah Cahyarini
PAPARAN: Wabup Demak Joko Sutanto, Sekda Singgih Setyono, dan Kadin Kominfo Endah Cahyarini saat diwawancarai terkait larangan perayaan tahun baru, belum lama ini. (AJI YOGA/ JOGLO JATENG)

DEMAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melarang warganya untuk merayakan malam pergantian tahun. Akses jalan menuju kota pun akan ditutup. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi kenaikan kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Demak.

Wakil Bupati Demak, Joko Sutanto mengatakan, berdasarkan surat edaran Gubernur Jawa Tengah nomor 445/0017480 tanggal 16 Desember 2020, melarang adanya perayaan tahun baru, agar tidak menimbulkan kerumunan. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat bahwa selama pandemi belum berakhir, dan tetap patuhi protokol kesehatan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Demak, agar tidak berpergian saat libur natal dan tahun baru 2021 mendatang. Kami akan berkoordinasi dengan camat dan kepala desa/kelurahan agar menyampaikan himbauan tersebut kepada masyarakat,” tuturnya, saat di wawancarai di Bina Praja, belum lama ini.

Sekda sekaligus Juru Bicara Satgas Covid-19 Demak, Singgih Setyono mengatakan, walaupun jumlah kenaikan kasus penyebaran Covid-19 tidak separah kabupaten/kota yang lain, tetapi pihaknya melarang keras adanya perayaan pergantian tahun. Sebab, perayaan tersebut mengakibatkan kerumunan dan sangat berpotensi mengakibatkan klaster baru.

“Ya, jumlah kasus Covid-19 di Demak masih dikatakan stagnan. Setiap hari ada yang positif masih diangka 20-25, tidak sampai 200-300 seperti yang lain. Namun, situasi tersebut tidak akan melonggarkan aturan yang ada. Perayaan tahun baru tahun ini tidak ada,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres, Kodim dan Dishub Demak untuk menutup akses jalan menuju kota. “Semua akses jalan menuju kota akan kami tutup menjelang libur panjang natal dan tahun baru, tempat wisata juga kami tutup sementara,” katanya.

Singgih juga mengatakan, untuk mengantisipasi pergeseran perayaan malam tahun baru dari pusat kota ke tempat yang lain, nantinya akan ada petugas dari pihak keamanan. Kepolisian dan satpol PP akan melakulan operasi ke tempat-tempat yang biasa digunakan masyarakat berkumpul saat perayaan tersebut.

“Kami harap pengertian dari masyarakat, ini demi kepentingan kita bersama. Tahan keinginan liburan atau merayakan pergantian tahun baru dulu. Kesehatan kita bersama itu lebih penting,” paparnya. (cr3/gih)