Demak  

ASN Dituntut Miliki Pola Pikir Agile

Kepala BKKP Demak, Hadi Waluyo
ARAHAN: Kepala BKKP Demak, Hadi Waluyo sedang menyampaikan materi pembinan kepada ASN di Pendopo Bina Bhakti Praja, Selasa (29/12). (HUMAS/ JOGLO JATENG)

DEMAK – Untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas, Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut memiliki pola pikir yang agile (cerdas dan lincah). Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melakukan pembinaan kepegawaian bagi ASN di lingkungan Demak, demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, di Pendopo Setya Bhakti Praja, Selasa (29/12).

Wakil Bupati Demak, Joko Sutanto menyampaikan, ASN di Demak harus cerdas dan lincah dalam menghadapi tantangan zaman. Tata kelola pemerintahan atau birokrasi akan terus mengalami perkembangan dan perubahan. Bersamaan dengan itu, akan ada tuntutan dari masyarakat agar pelayanan publik berkualiatas dan efisien.

“Mari kita bersama-sama tingkatkan kemampuan diri untuk mewujudkan Pemkab Demak yang lebih baik,” ungkapnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKKP) Demak, Hadi Waluyo menjelaskan, kedepan ASN harus lebih baik satu langkah dari masyarakat secara umum dalam hal pola pikir atau maindset. Menurutnya, pola pikir positif ASN akan berdampak secara otomatis pada  pola ucap, pola batin dan pola perilaku yang positif pula.

“ASN yang agile pasti memiliki pola pikir yang positif. Pola kerja ASN sangat ditentukan oleh pola pikirnya. Jika positif pasti kinerjanya baik dan berkualitas, begitu juga sebaliknya,” katanya.

Ia menambahkan, ASN juga harus betul-betul memahami menajemen kinerja. Ada 3 hal yang wajib diperhatikan oleh ASN dalam menejeman kinerjanya. Yaitu planning, controlling, dan organizing.

“Jika 3 aspek itu dapat dipahami dan dikuasai oleh ASN, niscaya kinerja yang dilakukan akan efektif, berkualitas dan produktif. Masyarakat akan melihat kinerja kita, satu saja ASN yang kinerjanya buruk, akan berdampak pada semuanya. Masyarakat akan kelihangan kepercayaan kepada kita,” paparnya. (cr3/gih)