KUDUS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus saat ini menggunakan sisa APBD 2020 sebesar Rp100 juta untuk menambal jalan berlubang. Hal ini disebabkan anggaran perbaikan jalan pada 2021 belum dapat dipastikan besarannya.
Sejauh ini, penambalan yang dilakukan pihak Dinas PUPR di antaranya untuk jalan di area Pasar Brayung Mejobo, ruas jalan di daerah Pengkol, dan Jalan KHR Asnawi. Beberapa jalan tersebut ditambal dengan aspal biasa. Bukan aspal AC-WC.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kudus Harry Wibowo menuturkan, 80 persen kondisi jalan di Kota Kretek sudah baik. Namun, ada beberapa titik yang memang masih berlubang karena faktor usia jalan. Inilah yang membuatnya terus berusaha meningkatkan kualitas jalan di wilayahnya.
“Banyak faktor seperti cuaca, usia jalan, dan over tonase,” tegasnya, Rabu (6/1).
Ditanya soal proses penambalan, Harry menyampaikan tidak ada tenggat waktu. Sebab, untuk penambalan jalan berlangsung secara kontinyu dan dilakukan setiap hari hingga selesai. “Kalau untuk penambalan tidak ada target waktu. Karena kalau menambal jalan itu nyambung-nyambung terus,” tutupnya. (cr5/abu)










