Pati  

Afiliasi Ratusan Kotak Amal Masih Diselidiki

Kepala Sub Bagian Humas Polres Pati, Iptu Sukarno
WASPADA: Kepala Sub Bagian Humas Polres Pati, Iptu Sukarno. (ACHWAN / JOGLO JATENG)

PATI – Masyarakat Kabupaten Pati diminta berhati-hati untuk memberikan sedekahnya dalam  kotak amal yang tersebar luas di tempat-tempat umum. Hal itu terkait dugaan beredarnya kotak amal yang terafiliasi dengan jaringan teroris. Sementara ini, ratusan kotak amal yang disebut sedang dalam penyelidikan Polres Pati.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Pati, Iptu Sukarno mengatakan, data terbaru dari Densus 88 Mabes Polri menyebutkan ada sekitar 200 kotak amal di Pati diduga turut mendanai gerakan kelompok terorisme. Ia mengaku cukup terkejut dengan kabar tersebut. Menurutnya, selama ini masyarakat juga tidak terlalu peduli soal identitas kotak amal yang tersebar luas di warung dan pusat perbelanjaan.

Ia menyebut menyumbangkan dana atau sebagian rejeki melalui kotak-kotak amal memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat, dalam hal ini umat Islam. Namun, baru-baru inibarulah diketahui tentang dugaan sebagian dana yang digunakan untuk hal-hal di luar peruntukannya.

”Masyarakat harus selektif saat akan infak atau sedekah, terutama melalui kotak amal. Sumbangkan ke lembaga terpercaya. .Niat kita memang baik untuk membantu sesama, tapi berbuat kebaikan juga harus berhati-hati, jangan sampai niat baik ini tidak tersampaikan,” tambahnya, Kamis (28/1).

Ia menegaskan, jika sebagian dana yang dihimpun melalui kotak amal tersebut benar digunakan untuk gerakan kelompok terorisme, maka ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab, dana seharusnya diterima fakir miskin atau pihak yang sangat perlu dibantu.

Beberapa waktu lalu Mabes Polri melalu Divisi Humas Polda Jawa tengah merilis terdapat 20.068 kotak amal yang diduga untuk mendanai kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) tersebar di 12 daerah, termasuk Kabupaten Pati. Kotak amal yang terbuat dari bahan kayu bertulis Yayasan Abdurrahman bin Auf (ABA). (cr4/abu)