Kudus  

Lakukan Pelantikan Direksi Sambil Berjemur

pelantikan direksi RS Aisyiyah Kudus yang unik, dilakukan sambil berjemur di ruang terbuka
UNIK: Pelaksanaan pelantikan direksi RS Aisyiyah Kudus yang unik, dilakukan sambil berjemur di ruang terbuka, Kamis (1/7). (SYAMSUL HADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Rumah Sakit (RS) Aisyiyah Kudus menggelar pelantikan direksi masa bhakti 2021-2025, Kamis (1/7). Uniknya, pelaksanaan pelantikan tersebut dilakukan dengan berjemur di ruangan terbuka.

Direktur RS Aisyiyah Kudus dr Hilal Ariadi mengatakan, pelantikan tersebut bertepatan dengan Milad RS Aisyiyah Kudus yang ke-45. Semua rangkaian acara dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) sesuai anjuran.

“Kegiatan hanya berlangsung selama 60 menit. Tempat duduk kami tata jaraknya, tak lupa tentunya memakai masker. Ini pun digelar di ruang terbuka, karena kalau di ruangan tertutup droplet dan mikro droplet bisa menyebar,” ucapnya usai dilantik kembali sebagai Direktur RS Aisyiyah.

Dalam pelantikan tersebut segenap direksi yang dilantik yakni, Wakil Direktur Pelayanan dr Najib Budi Wardoyo, Wakil Direktur Umum dan Operasional dr Hendra Octavianto. Serta Direktur RS Aisyiyah yang kembali dipegang oleh dr Hilal Ariadi.

“Semoga amanah dan bisa saling bersinergi. Untuk membawa amal usaha berkemajuan. Selalu bersinergi dan saling menguatkan,” tuturnya.

Pihaknya menggelar pelantikan dengan cara tersebut, juga untuk membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dalam mengurangi kasus Covid-19. Sekaligus, berjemur dapat memiliki manfaat bagi tubuh.

“Sinar matahari mengandung vitamin D alami. Tamu undangan juga kami batasi, yakni 30 orang saja. Ini semua sesuai imbauan PPKM Darurat yang rencananya akan dimulai 3 Juli nanti. Kami awali sebagai role model,” ujarnya.

Kemudian, dalam kegiatan pelantikan yang berjalan dengan lancar tersebut meniadakan makan di tempat. Makanan atau snack yang disiapkan diharuskan untuk dibawa pulang. “Semoga dengan ini keberkahan bisa diberikan, sekaligus pandemi bisa segera berakhir,” pungkasnya. (sam/fat)