PATI, Joglo Jateng – Seluruh puskesmas di Kabupaten Pati diminta lebih agresif dalam mendistribusikan vaksin kepada lansia. Langkah tersebut bisa ditempuh dengan sejumlah improvisasi.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Subawi menyebutkan, cakupan vaksinasi lansia harus diperluas dengan banyak skenario yang bisa dilakukan. Misalnya mendatangi Kantor Pos pada awal bulan untuk menyasar pensiunan.
“Tanggal muda bisa melakukan vaksinasi kepada para pensiunan yang datang ke kantor pos setempat. Cara tersebut bisa ditempuh sebagai alternatif,” terangnya.
Subawi juga mengatakan pihak puskesmas bisa memanfaatkan sewaktu datang ke tempat penyaluran bantuan sosial di desa-desa. Memastikan sertifikat vaksinasi agar mudah memilah mana yang sudah divaksin dan bagi yang belum bisa segera divaksin.
Ia menyebut vaksinasi kelompok rentan amat penting dalam rangka memutus rantai Covid-19. Terlebih di masa PPKM darurat. Sebab beberapa waktu lalu Dinkes Pati mengakui pelaksanaan vaksinasi kelompok lansia masih jauh dari harapan. Maka puskesmas diminta lebih pro aktif dalam mencari kesempatan.
Pelaksanaan PPKM Darurat juga disebutkannya memberikan progres baik dalam program vaksinasi. Pasalnya penyekatan jalur membuat masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi membutuhkan sertifikat vaksinasi. Ia berharap animo serupa terjadi pada kelompok lansia.
“Saat berpergian masyarakat harus menunjukkan sertifikat kepada petugas yang berjaga. Sehingga kini permintaan masyarakat terus meningkat. Akibatnya alokasi vaksin di masing-masing daerah menjadi sangat cepat terserap. ” imbuhnya.
Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencanangkan target 200 vaksinasi per hari untuk masyarakat umum di seluruh puskesmas. Meskipun disediakan juga vaksinasi melalui jalur TNI dan Polri. Naiknya permintaan membuat pemerintah kerap mengalami kehabisan stok.
“Kewenangan pengadaan vaksin ada di Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng. Kita belum dapat kiriman lagi. Mohon untuk masyarakat yang belum mendapat jatah vaksin untuk bersabar menunggu,” pungkasnya. (cr4/fat)










