PATI, Joglo Jateng – Pelaku perjalanan wisata di Kabupaten Pati menggelar aksi protes kepada pemangku kebijakan. Mereka menilai aturan yang diterapkan di masa darurat tidak berpihak kepada mereka. Dalam aksi protes tersebut, rombongan berkonvoi menggunakan 8 bus berkeliling kota sambil mengibarkan bendera putih.
Konvoi bus yang dilakukan oleh ASITA Pati Raya, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Pati dan Pappari ini dimulai dari samping taman kota. Kemudian berlanjut menuju Jalan Kolonel Sunandar, mengelilingi Alun-alun Pati dan kemudian parkir di depan Pendopo Kabupaten Pati untuk berorasi.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi Kasiadi menyatakan, pihaknya mengibarkan bendera putih sebagai simbol pelaku wisata sudah menyerah dengan keadaan. Salahsatunya terkait kebijakan pemerintah yang menutup destinasi wisata. Sebab hal tersebut membuat posisi mereka terpuruk.
“Aksi ini kami lakukan karena tak sanggup lagi bertahan. Kami harus mengangsur kendaraan tapi tak ada pemasukan sama sekali. Bendera Putih kita kibarkan sebagai tanda menyerah. Kami tidak sanggup lagi dengan kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini. Terutama PPKM darurat dan perpanjangannya,” ungkapnya.
Ia berharap aksi yang diikuti sejumlah asosiasi pelaku wisata ini dapat menyentuh nurani pemerintah. Sehingga kebijakan yang diambil tidak terlampau memberatkan masyarakat, terutama pelaku pariwisata.
“Harapan kami setelah dilaksanakannya PPKM ini sektor pariwisata diperhatikan. Kita diberikan harapan untuk melanjutkan hidup. Karena selama ini kita benar-benar mati,” keluhnya.
Pihaknya berharap pemerintah maupun pelaku usaha dapat duduk bersama untuk mencari cara yang tepat agar dapat menyiasati berjalannya aktivitas pariwisata di tengah pembatasan sosial. Jika tujuannya agar tak terjadi klaster dalam kerumunan wisatawan.
“Kami mengerti kekahwatiran pemerintah di masa Covid-19 ini. Khawatir kerumunan tetapi saya kira bisa disiasati dengan manajemen yang tepat. Tolong kami diberikan harapan hidup. Kita diberikan jalan, jangan ditutup. Kalau ada syarat kita ikuti,” lanjutnya.
Kasiadi meminta jawaban dari Bupati Pati, Haryanto atas aksi protes yang ia gelar. Bahkan ia mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar jika hingga 26 Juli mendatang tak ada kelonggaran yang mereka dapatkan.
Hingga aksi selesai belum ada jawaban resmi dari Bupati Pati Haryanto. Para peserta aksi damai membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan pernyataannya kepada awak media. (cr4/fat)










