Pati  

Hubungan Pemerintah Desa dan Warga Kembali Tegang

warga mengangkut pasir
AKSI: Puluhan warga kembali mengangkut pasir yang telah diturunkan di halaman masjid, Senin (2/8). (ACHWAN / JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Hubungan antara Pemerintah Desa Kedungwinong dan warga setempat kembali tegang. Setelah kisruh penolakan jaringan kabel sutet PLN yang melintasi pemukiman, kini masalah membuntut pada soal lain. Puluhan warga memprotes pemerintah desa yang dianggap sepihak dalam memugar halaman Masjid Jami’ Al-Mukhlisin pada Minggu (31/7) lalu.

Ketua Majlis Takmir, Maswan menyatakan penolakan tersebut adalah aksi spontanitas masyarakat sekitar masjid. Pasalnya, pemugaranan halaman masjid tidak melalui musyawarah dengan pihak takmir. Secara sepihak pemerintah desa mendatangkan truk pasir. Selain itu tak jelasnya sumber anggaran renovasi juga turut memanaskan suasana.

“Sebelumnya pihak desa telah memugar punden tak jauh dari masjid. Kami tidak masalah sebab itu memang wewenang pemerintah desa. Namun masalah ini kembali mengemuka setelah tertulis logo PLN Peduli di bangunan baru tersebut. Masyarakat menduga itu dibangun dengan dana CSR dari PLN,” terangnya, kemarin.

Tak terima terhadap rencana sepihak tersebut membuat puluhan warga termasuk sejumlah ibu rumah tangga melakukan aksi perlawanan. Bahan material berupa pasir yang telah dibongkar di halaman masjid diangkut kembali menggunakan ember dan ditumpuk di luar pagar. Aksi perlawanan tersebut mendapat respon keras dari pemerintah desa.

“Beberapa warga sempat adu mulut dengan kepala desa di halaman masjid. Kepala desa menganggap pemugaran dan renovasi masjid merupakan wewenang pemerintah desa. Sedangkan masyarakat ingin tahu sumber anggarannya dan dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan pihak takmir,” tandasnya.

Di pihak lain Kepala Desa Kedungwinong Pranoto Utomo ketika diwawancarai wartawan Joglo Jateng tidak bersedia memberikan jawaban perihal kejadian tersebut. Sengketa ini kemudian mendapat respon dari Pemerintah Kecamatan Sukolilo. Kedua pihak rencananya akan diundang dalam mediasi yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati hari ini.

Polemik antara Pemerintah Desa Kedungwiniong dengan warganya terjadi dalam beberapa babak. Protes warga yang rumahnya dilintasi kabel sutet PLN masih belum menemui titik temu hingga saat ini. Beberapa waktu lalu kejadian drone kontraktor sutet yang jatuh menimpa kandang ternak milik warga juga sempat menghebohkan media sosial. (cr4/fat)