PURWOKERTO, Joglo Jateng – Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Rempoah dinyatakan sudah mampu mengelola secara mandiri, dengan ditandai pengelolaan dari Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Perkembangan dari segi sumber daya manusia juga semakin terlihat dengan penambahan karyawan dari awal berdiri TPST tersebut.
Kesuksesan TPST Rempoah yang sebelumnya hanya memiliki 5 karyawan, seiring waktu mampu mempekerjakan sebanyak 25 orang. Penanganan pengelolaan juga mengalami penambahan mencakup lebih luas sampai daerah Baturaden.
Manager Bumdes Rempoah, Nana Supriyana menjelaskan, pengelolaan sampah di TPST mulai penjemputan dari warga hingga dikumpulkan dan dipilah dilakukan seluruhnya oleh pekerja dengan secara detail. Sampah yang sudah terkumpul, kata dia, akan dipilah dari sampah organik dan anorganik
“Sampah organik dimanfaatkan untuk budidaya maggot atau belatung. Kemudian untuk anorganik sebagian dilakukan pemilahan lagi hingga akhirnya dijual,” terangnya, Selasa (4/8).
Nana menambahkan, untuk pengambilan sampah terus mengalami kenaikan. Sebelumnya, kata dia, pelayanan hanya terbatas warga Rempoah, namun sekarang bertambah dari desa Pamijen dan Kemutug Kidul.
“Saat ini pelanggan ada 2000 dari Rempoah ditambah lagi dari Desa Pamijen, Kemutug Kidul dan yang baru Rumah Sakit di Baturaden,” ungkapnya.
Selain fokus dalam pengelolaan sampah, TPST Rempoah juga terus berinovasi dengan memproduksi maggot sebagai salah satu unit usaha tambahan biaya operasioanal. Dalam seharinya TPST Rempoah mampu memproduksi 60 kilogram manggot siap jual kepada konsumen yang membutuhkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Junaedi mengatakan, pihaknya terus memotivasi TPST yang ada di Banyumas untuk terus berinovasi agar bisa menghidupi operasional secara mandiri.
“Salah satu inovasi maggot memang sedang berkembang saat ini yang harus terus kita kembangkan agar memiliki nilai jual yang lebih baik, mungkin saat ini dijual masih basah sekilo hanya Rp 5 ribu tapi nanti kalau ada inovasi lagi dengan dikeringkan 1 kilo bisa Rp 30 ribu,” pungkasnya. (cr9/git)










