KUDUS, Joglo Jateng – Gotong royong demi pendidikan kembali terwujud di Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kudus, pemerintah desa menyalurkan bantuan pendidikan bagi siswa yang menghadapi kesulitan ekonomi.
Penyerahan bantuan dilakukan pada Jumat (5/6/2026) di Kantor Desa Tumpangkrasak sebagai bukti nyata kepedulian agar generasi penerus tetap bisa bersekolah dengan tenang.
Salah satu penerima manfaat adalah Axel Sabdullah Gufroni, siswa kelas 11 di SMK PGRI 1 Mejobo. Selama lima bulan terakhir, Axel menunggak pembayaran SPP karena kendala ekonomi keluarga, dengan kewajiban iuran sebesar Rp 200 ribuan setiap bulannya.
Melalui kolaborasi ini, seluruh tunggakan tersebut dilunasi oleh PGRI Kudus. Bahkan, Axel juga menerima bantuan berupa sepeda untuk memudahkannya menempuh perjalanan ke sekolah setiap hari.
Kepala Desa Tumpangkrasak, Sarjoko Saputro menjelaskan, langkah ini merupakan wujud tanggung jawab pemerintah desa, yakni memastikan tidak ada warga yang putus sekolah hanya karena alasan biaya.
Selain itu, penanganannya pun dibedakan berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi ekonomi warga. Mulai dari kategori kemiskinan biasa hingga kemiskinan ekstrem yang membutuhkan intervensi lebih dalam.
Ia menambahkan, pendampingan dan fasilitasi ini menjadi tugas rutin perangkat desa untuk menjangkau warga yang terpinggirkan atau belum terjamah program bantuan resmi. Berkat pemantauan ketat dari tingkat dusun hingga desa, persoalan seperti tunggakan biaya pendidikan dapat terdeteksi dan diselesaikan dengan cepat.
Penanganan bagi keluarga yang hidup dalam kondisi sulit secara ekonomi dilakukan dengan merujuk pada data terpadu kesejahteraan sosial, serta mengalokasikan bantuan yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat, kabupaten, maupun desa. Semua upaya ini ditujukan agar perlindungan sosial menyentuh sasaran yang paling membutuhkan.
“Untuk kemiskinan ekstrem gitu yang memang kondisinya sangat terbatas, kami melakukan langkah terkait masalah anggaran dari pemerintah. Baik itu dari wilayah kabupaten maupun dinas terkait dan instansi lain,” tambahnya lagi.
Bantuan sepeda dan pelunasan tunggakan SPP ini diharapkan mampu memotivasi siswa agar lebih rajin belajar dan berprestasi, terlepas dari latar belakang ekonomi keluarga. (cr1/fat/rds)










