Kudus  

Petani Margorejo Kudus Gerak Cepat Tangani Longsor, Saluran Irigasi Jrebeng Kembali Lancar

TINJAU: Petugas PUPR meninjau lokasi Daerah Irigasi (D.I.) Jrebeng di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, belum lama ini. (DYAH NURMAYA/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para petani, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), serta Pemerintah Desa yang telah berperan aktif dalam merawat Daerah Irigasi (D.I.) Jrebeng di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe.

Langkah swadaya yang dilakukan masyarakat dinilai sangat membantu kelancaran distribusi air irigasi bagi lahan pertanian yang selama ini sempat terganggu akibat longsoran di saluran irigasi.

Plt Kepala UPT Sarana Alat Berat Dinas PUPR Kudus, Darwanto menjelaskan, pihaknya sebelumnya telah melakukan survei ke lokasi setelah menerima laporan dari warga terkait tersumbatnya aliran air irigasi.

“Di Bendung Jrebeng, Desa Margorejo, aliran air sempat tidak bisa mengalir karena adanya longsoran-longsoran di sepanjang saluran. Bulan lalu kami survei ke lokasi dan berencana mendatangkan ekskavator mini,” ujarnya.

Namun saat tim kembali meninjau lokasi, pekerjaan penanganan ternyata sudah dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat.

“Saat kami ke sana ternyata sudah dikerjakan oleh warga. Ini menunjukkan petani, P3A, dan pemerintah desa sangat aktif merawat daerah irigasinya,” katanya.

Menurutnya, keberadaan saluran irigasi tersebut sangat penting karena menjadi sumber pengairan bagi puluhan hektare lahan persawahan. Sebelumnya, akibat longsoran sepanjang lebih dari 200 meter, aliran air menuju area pertanian tidak dapat berjalan optimal.

Ia menambahkan, semangat gotong royong masyarakat tersebut juga membantu pemerintah dalam mengoptimalkan penggunaan alat berat yang saat ini harus dibagi ke berbagai lokasi penanganan irigasi di Kabupaten Kudus.

“Kami sangat terbantu karena bantuan alat berat harus dijadwalkan. Banyak lokasi yang mengantre, sehingga kami memprioritaskan wilayah yang paling mendesak dan memiliki dampak lahan yang lebih luas,” ungkapnya.

Darwanto berharap sinergi antara pemerintah, petani, dan P3A terus terjalin untuk menjaga keberlangsungan jaringan irigasi yang menjadi penopang utama sektor pertanian di Kabupaten Kudus.

“Terima kasih kepada para petani, P3A, dan pemerintah desa yang telah bergerak bersama menjaga saluran irigasi. Semangat gotong royong seperti ini sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan dan keberlangsungan pertanian di Kudus,” pungkasnya. (uma/rds)