Kudus  

Spanduk Sindir Kinerja Pemerintah Mendadak Muncul di JPO Kudus, Begini Isi Pesannya

Sejumlah spanduk bernada kritik terhadap kondisi pemerintahan dan kinerja wakil rakyat mendadak terpampang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (14/6/2026). (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sejumlah spanduk bernada kritik terhadap kondisi pemerintahan dan kinerja wakil rakyat mendadak terpampang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, tepatnya di dekat kompleks Kantor Bupati Kudus, Minggu (14/6/2026).

Kemunculan spanduk tersebut langsung menarik perhatian masyarakat yang melintas di pusat kota. Beberapa pengendara bahkan terlihat memperlambat laju kendaraannya untuk membaca isi pesan yang terpampang di atas jembatan.

Terdapat sedikitnya tiga spanduk yang dipasang di lokasi tersebut. Salah satunya bertuliskan, “Indonesia tidak baik-baik saja, wakil rakyat kita ke mana? #BEM UMK Melawan.”

Spanduk lainnya bertuliskan, “DPRD ke mana? R. Sutopo ke mana? Halo Bapak Ibu Dewan.” Sementara spanduk ketiga berisi ajakan kepada masyarakat dengan tulisan, “Bunyikan klakson jika muak dengan pemerintah #BEM UMK.”

Selain itu, terdapat pula tulisan bernada sindiran, yakni “Kudus Sehat atau Kudus Cantik”, yang ikut terpampang di lokasi tersebut.

Belum diketahui secara pasti siapa pihak yang memasang spanduk-spanduk tersebut. Namun, tulisan yang tertera mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muria Kudus (BEM UMK).

Salah seorang pedagang yang berjualan di sekitar JPO, Jangkung, mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk tersebut. Namun, ia memastikan bahwa spanduk itu belum ada saat dirinya menutup warung pada malam hari.

“Semalam saya tutup warung sekitar pukul 01.00 WIB, spanduk itu belum ada,” ujarnya.

Menurut dia, saat kembali beraktivitas pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, seluruh spanduk sudah terpasang di atas jembatan penyeberangan.

“Tadi sore pukul 16.00 WIB sudah ada semua. Jadi kemungkinan dipasang pagi atau siang hari,” katanya.

Keterangan serupa juga disampaikan warga lain di sekitar lokasi yang menyebut bahwa pada malam sebelumnya JPO masih dalam kondisi normal tanpa adanya spanduk tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut dalam spanduk maupun dari pihak yang mengatasnamakan pemasangan tersebut. (adam/rds)