Kudus  

CFN Kudus Kembali Digelar Bersama Nobar Piala Dunia 2026

RAMAI: Suasana Car Free Night (CFN) di Kabupaten Kudus kembali digelar dan tampak ramai dipadukan dengan agenda nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di Alun-Alun Simpang Tujuh, Sabtu (13/6/2026) malam. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Setelah beberapa pekan tidak diselenggarakan, kegiatan Car Free Night (CFN) di Kabupaten Kudus kembali digelar dan langsung menyedot perhatian masyarakat. Ribuan warga dari berbagai wilayah tampak memadati kawasan Simpang 7 untuk menikmati suasana malam akhir pekan yang dipadukan dengan agenda nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.

Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, CFN kali ini dikolaborasikan dengan program “Bola Gembira”. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak awal acara, menjadikan kawasan pusat kota Kudus semakin semarak.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menghadirkan hiburan bagi masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga, khususnya pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL).

“Sudah lama kita tidak adakan CFN. TVRI Pusat mengadakan nonton bareng Bola Gembira di Simpang 7, kemudian kita kolaborasikan dengan CFN. Besok juga akan dilanjutkan dengan CFD (Car Free Day). Kita manfaatkan momen ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus sebagai hiburan bagi masyarakat,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

“Kami harapkan masyarakat bisa menjadi masyarakat yang bijak. Jaga kondusivitas, jaga keamanan, jaga ketertiban, dan jangan lupa jaga kebersihan. Termasuk jangan membuang sampah sembarangan. Nanti petugas akan membantu mengambil sampah yang ada,” katanya.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa ruang hiburan publik masih sangat dibutuhkan warga. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan seperti CFN juga berdampak positif terhadap sektor ekonomi lokal.

“Sangat ramai sekali, karena masyarakat memang membutuhkan hiburan dan kota ini menjadi pusat keramaian masyarakat. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk menata PKL yang ada di sekitar Simpang 7,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberadaan para pedagang harus tetap diperhatikan agar dapat merasakan manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut.

“Mereka bisa menjajakan dagangannya, mendapatkan pendapatan, dan kita bisa mengangkat UMKM serta PKL kecil agar tetap melakukan aktivitasnya sehingga mereka memperoleh penghasilan,” tambahnya.

Terkait kemungkinan CFN digelar secara rutin, Sam’ani menyebut pemerintah daerah akan melihat perkembangan situasi dan antusiasme masyarakat terlebih dahulu.

“Kita lihat situasi dan kondisi. Kalau memang antusiasmenya terus meningkat, tidak menutup kemungkinan CFN bisa digelar setiap minggu,” pungkasnya. (uma/rds)