Kudus  

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris Jagokan Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Kagumi Semangat Pantang Menyerah Team Melli

EUFORIA: Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat bermain sepak bola dengan masyarakat. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kabupaten Kudus. Berbagai kegiatan bertema sepak bola, mulai dari pertandingan mini soccer hingga agenda nonton bareng, mulai bermunculan untuk menyambut turnamen terbesar di dunia tersebut.

Menariknya, masyarakat hingga tokoh daerah memiliki pilihan tim favorit yang beragam. Tidak semuanya menjagokan negara-negara unggulan seperti Brasil, Argentina, Prancis, atau Inggris.

Sebagian memiliki alasan tersendiri dalam menentukan dukungan mereka. Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris misalnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Kudus itu mengaku menjagokan Tim Nasional Iran pada Piala Dunia 2026. Menurutnya, dukungan tersebut lahir dari kekagumannya terhadap semangat juang para pemain Iran yang tetap mampu bersaing di tengah berbagai tantangan yang dihadapi negaranya.

“Sepak bola mengajarkan semangat, kerja keras, dan pantang menyerah. Saya melihat nilai-nilai itu ada pada Tim Iran,” ujar Sam’ani.

“Mereka tetap mampu tampil kompetitif meskipun menghadapi berbagai tantangan di negaranya,” imbuhnya.

Baginya, sepak bola tidak hanya berbicara soal kualitas individu atau banyaknya pemain bintang dalam sebuah tim. Mentalitas dan daya juang juga menjadi nilai penting yang patut diapresiasi.

Karena itu, Sam’ani berharap tim berjuluk Team Melli tersebut mampu memberikan kejutan selama gelaran Piala Dunia berlangsung.

Selain soal dukungan kepada Iran, ia juga berharap euforia Piala Dunia dapat membawa dampak positif bagi masyarakat.

Menurutnya, berbagai kegiatan pendukung seperti nonton bareng berpotensi menggerakkan perekonomian warga, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Momentum Piala Dunia ini bukan hanya soal pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat. Kegiatan nonton bareng dan berbagai aktivitas pendukung bisa menggerakkan UMKM dan ekonomi kerakyatan,” katanya. (adm/iza/rds)