Amankan Belasan Warga Pesta Miras

  • Bagikan
BATASI: Sejumlah polisi saat mengamankan 11 warga dan minuman beralkohol di sebuah warung angkringan kawasan Pasar Depok Manahan Banjarsari Solo, belum lama ini. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SOLO, Joglo Jateng – Kepolisian Resor Kota Surakarta, Jawa Tengah mengamankan belasan warga berpesta minuman keras di warung angkringan Pasar Depok, Manahan Banjarsari. Mereka tertciduk dalam operasi yustisi pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4.

Kepala Satuan Samapta Polresta Surakarta Kompol Sutoyo mengatakan, tim gabungan mengamankan 11 warga berpesta minuman keras. Saat ini, mereka sedang diperiksa di Malpolresta Surakarta bersama barang bukti.

Diantara 11 warga tersebut, dua diantaranya perempuan. Sejumlah barang bukti berupa minuman keras, antara lain lima botol merek Kawa-kawa, tiga botol merek Anggur Hitam, dan 12 merek Kawa-kawa kosong.

“Kami langsung menuju lokasi, ternyata benar ada sekelompok pemuda sedang pesta minuman keras. Petugas gabungan langsung mengamankan 11 warga, dua di antaranya perempuan dan beberapa botol minuman keras sebagai barang bukti untuk dibawa ke Mapolresta Surakarta guna diperiksa dan proses sidang tindak pidana ringan (tipiring),” ujarnya.

Baca juga:  Klarifikasi Rudy soal Mundurnya Achmad Purnomo dari Bursa Pilkada 2020

Pada kesempatan itu, dia mengimbau masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menjauhi kerumunan, dan tidak mengadakan makan bersama. Karena Kota Solo masih melaksanakan PPKM level 4 untuk menekan angka penularan Covid-19.

Sementara itu, Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, Polresta Surakarta sebelumnya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan menjelang perayaan HUT RI. Menurut Kapolres, Kota Surakarta masih menerapkan PPKM level 4 dimana sektor kegiatan dibatasi, baik jam operasional maupun pengunjungnya.

Kapolres berharap masyarakat bersabar dalam situasi pandemi ini, tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). “Mari kita prihatin terlebih dahulu tanpa mengurangi esensi dari peringatan atau perayaan 17 Agustus. Namun kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan agar dihindari,” pungkasnya. (ara/zul)

  • Bagikan