Pati  

Penyandang Disabilitas Mampu Hasilkan Karya Berkualitas

INOVASI: Proses produksi batik ciprat yang dikerjakan para penyandang disabilitas, belum lama ini. (ACHWAN A./JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Penyandang disabilitas di Kabupaten Pati patut menjadi inspirasi di masa pandemi Covid-19. Mereka menciptakan Batik Ciprat. Bahkan karya para pembatik berkebutuhan khusus ini diganjar penghargaan Juara 3 dalam ajang Pati Innovation Award 2021 kategori umum.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Pati, Suratno mengatakan, batik ciprat menampilkan motif bintik-bintik cipratan yang abstrak, tapi menarik dipandang. Motif batik dihasilkan dari cipratan bahan lilin pada kain.

“Awal pandemi, karena satu dan lain hal kami sempat berhenti membatik canting agak lama. Kemudian saya bilang ke Pak Dandim dan dikasih tempat di sini (Sekretariat PPDI Pati Jalan P Sudirman). Akhirnya kami lanjutkan membatik sampai sekarang,” baru-baru ini.

Suratno menjelaskan rekan-rekannya mulai membatik ciprat tahun lalu. Hal itu disebabkan penyandang disabilitas juga membutuhkan aktivitas perekonomian untuk bertahan hidup. Sedangkan pelaku batik tulis sudah terlalu banyak. Maka ia dan rekan-rekan penyandang disabilitas berpikir untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda.

Proses pembuatan Batik Ciprat dimulai dengan membentangkan kain dengan rangka bambu. Kemudian malam atau lilin yang sudah dipanaskan di kompor diciprat-cipratkan menggunakan sabut kelapa dan akar alang-alang ke kain tersebut.

“Setelah itu kain didiamkan lagi 15 menit, lalu dikunci menggunakan water glass kemudian didiamkan 24 jam. Selanjutnya dilorot (melunturkan lilin menggunakan air panas, red), dijemur, seterika, dan jadi,” papar Suratno.

Dalam melakukan pencipratan untuk membentuk motif, lanjut dia, mulanya ia hanya asal-asalan. Namun, seiring berjalannya waktu ada teknik khusus yang dilakukan sehingga motif yang terbentuk lebih bagus dan estetis.

Batik ciprat produksi PPDI Pati dilabeli “Difabel Pati Mandiri”. Harga jualnya Rp 150 ribu per potong untuk jenis satu warna. Adapun jenis dua warna Rp 15 ribu per potong. Sedangkan untuk jenis kombinasi ciprat dan tulis dibanderol Rp 250 ribu per potong. Tak hanya kain lembaran, PPDI Pati juga memproduksi batik ciprat dalam bentuk sarung, baju, dan masker. (cr4/fat)