Kudus  

Dewan Beri Beasiswa Tiga Mahasiswa Poltekun

Ketua DPRD Kudus Masan
AUDIENSI: Ketua DPRD Kudus Masan didampingi Anggota Komisi D DPRD Kudus Irwansyah, saat menerima audiensi dari Poltekun Abdi Luhur Kudus, Rabu (1/9). (ISTIMEWA / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus Masan, memberikan beasiswa pendidikan kepada tiga mahasiswa Politeknik Rukun (Poltekun) Abdi Luhur Kudus. Pemberian tersebut dilaksanakan di Gedung DPRD Kudus, Rabu (1/9).

“Ini kami berikan saat pihak Poltekun Abdi Luhur Kudus menyambangi kami dalam rangka audiensi. Beasiswa yang kami berikan berupa pendidikan 100 persen selama masa studi,” ucap Masan.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kudus Irwansyah merincikan, bantuan program studi tersebut diberikan kepada tiga mahasiswa. Masing-masing program studi diberi satu beasiswa.

“Kemarin Pak Bupati Kudus yang memberikan beasiswa, sekarang ganti Pak Ketua DPRD yang memberikan. Yang mendapatkan beasiswa ada tiga orang, Maratul Inayah, Marsha Rinjani, dan Eka Noviana. Mereka sebelumnya di sekolahan rata-rata nilai pendidikannya tinggi, selalu masuk tiga besar,” jelas Irwansyah saat mendampingi Ketua DPRD Kudus.

Selain memberikan beasiswa, lanjutnya, ini merupakan prinsip dalam mengembangkan Kudus sebagai Kota Pendidikan. Sehingga Politeknik baru ini bisa berkolaborasi di dalamnya nantinya.

Irwansyah menambahkan jika pada Senin (6/9) nanti kampus ini akan memulai perkuliahan angkatan pertama mereka. Oleh sebab itu dirinya menyebutkan hal ini merupakan bentuk kepedulian dari eksekutif dan legislatif dalam memberikan beasiswa. “Bagi masarakat yang tidak mampu dan mempunyai prestasi yang bagus bisa mendapatkan kesempatan ini,” tuturnya.

Pihaknya juga menyampaikan, jika dalam mendapatkan beasiswa tersebut terdapat seleksi yang tidak sembarangan. Maka dari itu, tidak sembarang orang bisa menerima kesempatan tersebut. “Seleksinya cukup ketat, dan ada tes-tes juga yang dilakukan dari kampus,” terangnya.

Irwansyah mengharapkan, lulusan-lulusan Poltekun Abdi Luhur Kudus ini kedepannya bisa siap dalam kualifikasi dari industri. Sehingga, jika lulus sudah tidak diragukan kembali oleh industri-industri.

“Jadi ketika lulus tidak lagi melakukan sertifikasi, pelatihan-pelatihan, jadi sudah dipenuhi pada masa pendidikan. Industri senamg menerima dan mahasiswa siap untuk bekerja,” pungkasnya. (sam/fat)