PATI, Joglo Jateng – Sebanyak 10 ribu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belum mencairkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM. Jumalh tersebut sesuai dengan yang ada di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati.
Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi UMKM Pati Hendri Kristianto mengatakan, hingga saat ini puluhan ribu paket bantuan BPUM tersebut masih mengendap di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dana itu menunggu untuk dicairkan para penerimanya.
“Masih banyak sekali pelaku UMKM yang belum mengambil bantuan tersebut. Misalnya di Bank Rakyat Indonesia (BRI), ada 10.000 pelaku UMKM yang dapat BPUM tapi belum diambil,” terangnya belum lama ini.
Ia membantah jika pihaknya kurang sosialiasi kepada penerima bantuan. Sebab ia sudah menginformasikan prosedur pengecekan pencairan bantuan UMKM melalui e-form BRI.
“Teman-teman pelaku UMKM yang sudah mendaftar pengajuan BPUM bisa mengecek lewat e-form BRI. Karena tidak ada pemberitahuan lewat sms maupun yang lain,” sambungnya.
Selain itu Dinas Koperasi UMKM juga sebelumnya telah menggelar penyuluhan terkait rentang waktu pendaftaran dan pengumuman penerimaan bantuan. Terlebih pihaknya juga telah mengirim surat yang diberikan kepada kecamatan untuk disosialisasikan ke setiap pemerintah desa.
Terpisah, seorang pendaftar BPUM Abdul Hadi (23) saat ditanyai mengaku belum menerima pemberitahuan tentang lolos tidaknya pengajuan bantuannya. Pria asal Desa Sokopuluhan Pucakwangi tersebut merasa belum mendapatkan pengumunan dari pihak manapun.
Ia bahkan menyebut tidak tahu menahu tentang sebegitu banyak penerima bantuan yang belum dicairkan. Untuk itu pihaknya akan mengecek langsung ke pemerintah desa terkait pengajuan bantuan pelaku usaha mikro senilai Rp 1,2 Juta tersebut.
“Mungkin kurang sosialiasinya, sehingga banyak penerima bantuan yang belum mengerti bagaimana teknis pencairannya. Atau bahkan sampai sekarang tidak tahu jika dirinya lolos dan dapat bantuan,” tandasnya. (ahw/fat)










