Libur Nataru,Wisata Tetap Buka

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Singgih Raharjo di Yogyakarta. (ANTARA/JOGLO JOGJA)

YOGYAKARTA, Joglo Jogja – Destinasi wisata di Yogyakarta akan tetap beroperasi saat libur Natal dan Tahun Baru 2022. Seiring rencana Pemerintah Pusat yang akan memberlakukan penerapan PPKM Level 3. Pengetatan yang akan dilakukan adalah pembatasan pengunjung dan peningkatan implementasi protokol kesehatan. Serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

“Selasa (23/11) saya mendengar dari kebijakan (rencana PPKM Level 3) tersebut salah satunya adalah tempat wisata tetap dibuka, tidak ada penutupan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Singgih Raharjo, Selasa (23/11).

Namun demikian, Dispar DIY masih akan menunggu detail aturan kebijakan PPKM Level 3. Tertuang dalam instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri), yang kemudian ditindaklanjuti dengan instruksi gubernur (Ingub).

Terkait kapasitas tamu hotel, ia belum dapat memberikan kepastian. Apakah tetap dibatasi 70 persen seperti yang berlaku selama PPKM Level 2, atau akan berubah.

“Kami akan melihat nanti apakah kemudian masih tetap di 70 persen atau di 50 persen. Saya kira kami akan menunggu kebijakan dari pusat,” ujar dia.

Ia melanjutkan, pihaknya akan menggandeng Dispar di kabupaten/kota, beserta seluruh asosiasi pariwisata. Bertujuan untuk memastikan protokol kesehatan serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi diterapkan oleh pelaku bisnis pariwisata maupun wisatawan.

“Karena saya Selasa (23/11) mendengar dari pusat bahwa terjadi penurunan tingkat penggunaan ‘QR code’ PeduliLindungi. Sehingga kami akan galakkan kembali dan kita akan lakukan monev,” tuturnya.

Rencana pemberlakuan PPKM Level 3, tidak lain adalah untuk menekan laju penularan Covid-19. Yang dikhawatirkan melonjak saat momentum libur akhir tahun.

Berdasarkan data VisitingJogja selama pemberlakuan PPKM Level 2, kunjungann wisata di DIY mulai meningkat. Yakni rata-rata 2.000 sampai 3.000 orang saat hari biasa (weekdays). kemudian mencapai 6.000 hingga 7.000 setiap Sabtu dan 8.000 orang setiap Minggu.(ara/bid)