PATI, Joglo Jateng – Restorasi atau upaya pemulihan hutan di sejumlah titik konservasi di Kabupaten Pati terkendala kurangnya anggaran. Untuk itu program penghijaun dengan penanaman pohon pada masa pandemi tidak dapat berjalan maksimal. Tahun ini anggaran tanam pohon bahkan semakin berkurang akibat refocusing.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati Tulus Budiharjo menjelaskan, peta penghijauan di wilayahnya pada periode ini meliputi tiga titik prioritas. Yakni kawasan pegunungan Muria, Kendeng dan sepanjang wilayah pesisir utara.
“Misalnya untuk pemulihan hutan di wilayah Kendeng, kita kena refocusing anggaran Covid-19. Seharusnya penanaman pohon dianggarkan 100 juta. Saat ini, hanya tersedia 50 juta,” terangnya, Selasa (23/11).
Pengurangan anggaraan tersebut menurutnya cukup menghambat upaya penghijauan wilayah kritis yang dicanangkan. Maka penghijauan penanaman pohon juga tidak sebanyak sebalumnya. Meskipun begitu dengan sumberdaya yang berkurang, ia tetap berupaya menjangkau seluas mungkin area restorasi.
“Di kawasan Kendeng meski tidak terlalu luas, mungkin ada lima hektare yang bisa kita tangani tahun ini. Karena anggaran kita juga sedikit. Maka keterlibatan pihak-pihak yang memiliki akses dan sumberdaya lebih sangat diharapkan,” imbuhnya.
Bahkan minimnya anggaran yang didapatkan juga mengakibatkan wilayah pesisir utara tidak mendapatkan jatah penghijauan pada tahun ini. Sebab anggaran yang diterima lebih dititikberatkan untuk penghijauan wilayah pegunungan. Area tersebut dianggap mengalami kerusakan cukup parah.
“Memang kawasan pesisir ini juga seharusnya perlu mendapat perhatian. Mengingat kerusakan ekosistem pantai juga perlu ditangani. Namun tahun ini tidak kebagian jatah,” tambahnya.
Maka dalam kesempatan tersebut ia memberikan apresiasi khusus kepada sejumlah komunitas dan organisasi yang berupaya menggelar pemulihan kawasan konservasi melalui beragam sumber secara mandiri. Hal tersebut dinilai menjadi bantuan yang berharga bagi upaya penghijauan.
“Untuk berbagai komunitas, relawan dan teman-teman mahasiswa yang turut serta melakukan penanaman di wilayah pesisir kami mengucapkan terima kasih. Mari bersama-sama menjaga kelestarian alam dan lingkungan,” pungkasnya. (ahw/fat)










