Australia Juga Ikut Boikot Olimpiade Beijing

MELUNCUR: Atlet ski Swiss Tobias Baur bersama atlet Italia Dominik Zuech dan atlet ski Perancis Romain Mari beraksi pada nomor lintas ski putra pada uji coba Olimpiade Musin Dingin Beijing 2022 di Genting Snow Park, Zhangjiakou, belum lama ini. (ANTARA/JOGLO JATENG)

CANBERRA, Joglo Jateng – Australia tidak akan mengirim pejabat ke Olimpiade musim dingin Beijing. Keputusan itu mengikuti langkah Amerika Serikat yang melakukan boikot diplomatik terhadap acara olahraga tersebut.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan, keputusan itu diambil di tengah ketidaksepakatan dengan China atas banyak masalah. Mulai dari undang-undang campur tangan asing Australia, hingga keputusan baru-baru ini untuk mengakuisisi kapal selam bertenaga nuklir.

“Australia tidak akan mundur dari posisi kuat yang kami miliki untuk membela kepentingan Australia. Dan jelas tidak mengherankan bahwa kami tidak akan mengirim pejabat Australia ke Olimpiade itu,” kata Morrison, dikutip dari AFP, Rabu (8/12).

Keputusan itu muncul sehari setelah Amerika Serikat mengumumkan boikot diplomatiknya. Keputusan AS diambil dengan menyebut genosida China terhadap minoritas Uyghur dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya sebagai salah satu alasannya.

Hubungan Australia dengan China memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Ketika Beijing memberlakukan sanksi hukuman terhadap barang-barang Australia. Perselisihan politik sengit telah menjerumuskan hubungan ke dalam krisis paling serius sejak kejadian lapangan Tiananmen pada 1989.

Morrison mengatakan, para pejabat Canberra selalu terbuka untuk melakukan pembicaraan dengan Beijing, tetapi upaya itu telah ditolak. Menurutnya, Pemerintah China secara konsisten tidak menerima kesempatan bagi mereka untuk bertemu membicarakan tentang masalah ini.

“Australia adalah negara olahraga yang hebat. Dan saya sangat memisahkan masalah olahraga dan masalah politik lainnya. Ini masalah antara dua pemerintah. Dan saya ingin masalah itu diselesaikan,” terangnya.

Komite Olimpiade Australia (AOC) mengatakan mereka menghormati keputusan pemerintah. Menreka juga menampaikan bahwa hal itu tidak akan mempengaruhi persiapan tim Australia.

“AOC sangat fokus untuk memastikan bahwa anggota tim dapat melakukan perjalanan dengan aman ke China mengingat kompleksitas lingkungan COVID, dengan atlet kami berangkat dari lokasi luar negeri,” kata kepala AOC Matt Carroll.

Saat ini atlet Australia telah berlatih dan bersaing untuk Olimpiade ini selama empat tahun. AOC akan melakukan segala daya untuk memastikan dapat membantu mereka berhasil. Sekitar 40 atlet Australia diperkirakan akan bertanding di Olimpiade Beijing, yang dibuka pada 4 Februari. (ara/fat)