PATI, Joglo Jateng – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pati dari retribusi pasar pada 2022 naik sebesar Rp 2 miliar. Hal tersebut tak lepas dari peningkatan capaian PAD retribusi pasar di 2021, yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati, PAD retribusi pasar pada 2021 mencapai Rp 6,86 miliar. Capaian tersebut naik Rp 850 juta dari tahun sebelumnya. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Pasar Disdagperin Pati, Bhakti Juniar Ishrony Selasa (4/1).
“Jika dilihat dari capaian target, memang mengalami penurunan. Itu disebabkan karena faktor pembaginya yang berbeda. 2020 itu Rp 5,5 miliar, tapi 2021 Rp 7,5 miliar. Tapi kalau dilihat secara nominal, kita mengalami peningkatan yang lumayan, sampai Rp 850 juta kurang lebih,” ungkapnya.
Peningkatan target PAD dari retribusi pasar bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan semangat dalam bekerja. Dengan demikian, Disdagperin dapat terus memberikan sumbangsih yang optimal bagi Kabupaten Pati.
“Untuk target memang selalu ditingkatkan setiap tahunnya sebagai motivasi kami. Meski pelan, tapi pasti. Itu yang terpenting kalau bagi kami,” ungkapnya.
Rony mengungkapkan, untuk bisa mencapai target baru 2022 ini, pihaknya telah mempersiapkan berbagai macam strategi. Namun demikian, pihaknya juga akan terus mengkaji bagaimana upaya terbaik untuk bisa mendapatkan hasil optimal tahun ini.
“Sementara ada dua opsi yang paling memungkinkan. Yaitu kenaikan tarif retribusi bagi pedagang, atau penambahan jumlah pedagang atau pasar. Tapi itu belum pasti, masih sekedar wacana saja. Ke depan akan kami kaji lebih lanjut, karena kondisi saat ini yang masih pandemi,” pungkasnya. (abd/fat)










