PATI, Joglo Jateng – Kabupaten Pati menjadi satu-satunya wilayah di Jawa Tengah yang belum melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Namun demikian, kabarnya pelaksanaan PTM di Pati akan segera digelar awal tahun ini. Kepastian tersebut masih menunggu keputusan dari Bupati Pati, Haryanto yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Covid-19 Pati.
Kasubbag TU Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jateng, Haryanto menyebutkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pati beberapa waktu lalu. Namun demikian, Bupati Pati menghendaki untuk menunda pelaksanaan PTM.
“Pak Bupati menghendaki jangan dulu, karena situasi pandemi belum mereda, khususnya di Kabupaten Pati. Sehingga keputusannya, pelaksanaan PTM terbatas hanya untuk sekolah yang telah melakukan simulasi sebelumnya. Untuk yang lain, karena belum melakukan simulasi maka belum diizinkan. Sambil menunggu perkembangan Covid-19 pada libur Nataru,” terangnya.
Pihaknya menerangkan, berdasarkan arahan dari bupati, pemantauan dilakukan selama 14 hari pasca berakhirnya libur Nataru. Setelah itu baru bupati bisa memberikan kejelasan terkait keputusan pelaksanaan PTM di Pati.
“Setelah libur nataru juga beliau menghendaki untuk menunggu selama 14 hari pasca selesainya libur nataru. Nanti setelah tanggal 14 baru ada kejelasan terkait perizinan PTM. Ke depan, kami akan terus melakukan koordinasi dengan bupati terkait pelaksanaan PTM,” ungkapnya.
Rencananya, jika memang telah mendapat lampu hijau dari bupati, pihaknya akan menyelenggarakan PTM secara bertahap. Artinya, pelaksanaan PTM dilakukan tidak langsung 100 persen.
“Kami tidak mau mengambil risiko untuk mengadakan PTM langsung 100%. Jadi kami berencana akan melakukan PTM secara bertahap. Mulai dari 30%, kemudian 50%, dan 100%. Kita akan evaluasi terus pelaksanaannya seperti apa. Intinya kami menghindari kemungkinan terciptanya klaster baru di sekolah,” pungkasnya. (abd/fat)










