Menikmati Getuk Kajar Ditemani Secangkir Kopi

TUNJUKKAN: Pemilik Pondok Getuk Pak San sekaligus Ketua Paguyuban Getuk Kajar Kamisan menunjukkan getuk saus alpukat inovasi miliknya, belum lama ini. (SYAMSUL HADI / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Kabupaten Kudus merupakan wilayah yang terkenal akan kretek atau rokoknya. Akan tetapi, mengunjungi Kota Kretek belum afdal jika tidak menikmati makanan khasnya. Yakni Getuk Kajar.

Dengan memanfaatkan bahan dasar ketela, getuk yang dikenal banyak orang dengan sebutan nyimut ini, mudah didapatkan di Desa Kajar, Kecamatan Dawe. Di sana, banyak penjual getuk nyimut dengan berbagai varian. Mulai dari original, coklat, hingga stroberi. Bahkan, di salah satu kedai ada getuk yang dilumuri saus alpukat.

Joglo Jateng berkesempatan melihat secara langsung proses pembuatan Getuk Kajar tersebut. Dengan masuk ke dapur salah satu penjual yang memberi nama kedainya Pondok Getuk Pak San.

TUMBUK: Kamisan tengah menumbuk ketela yang akan dijadikan makanan khas Desa Kajar, belum lama ini.

Di dalam dapur, terdapat beberapa pegawai yang sedang membuat getuk. Diawali dari ketela yang dikupas, lalu ditumbuk secara manual, kemudian dikepal membentuk lingkaran. Setelah itu, baru masuk tahap penggorengan dengan menggunakan tungku api.

Proses menggoreng membutuhkan waktu selama 10-15 menit hingga getuk matang. Setelah itu, bisa diangkat dan disuguhkan kepada konsumen sesuai varian rasa yang sudah dipesan.

Kamisan, Owner Pondok Getuk Pak San menceritakan, getuk khas Desa Kajar ini sudah menjadi peninggalan nenek moyang sejak masa penjajahan. Lantas, dirinya mendirikan kedai untuk menarik pembeli dengan model kekinian.

“Di kajar ini ada 38 lebih penjual getuk. Dengan memanfaatkan apa yang ada di Desa Kajar ini. Seperti pegawai dari masyarakat setempat, bahan baku dari desa sendiri, dan sebagainya,” ucap pria yang juga Ketua Paguyuban Getuk Kajar ini.

Adanya potensi yang dimiliki desa setempat ini, membuat perekonomian masyarakat kian meningkat. Apalagi sejak ditetapkannya Desa Kajar sebagai desa wisata yang memiliki potensi getuk dan kopi.

Alhamdulillah, kami merasakan dampak positif adanya program dari pemerintah itu. Semakin kesini semakin banyak pengunjung yang datang untuk menikmati getuk. Sekaligus, bisa tambah memajukan dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” paparnya.

Menurut banyak orang, bahkan para pecinta kuliner, nyimut ini sangat cocok dinikmati dengan ditemani secangkir kopi atau teh. Apalagi, Desa Kajar yang berada di lereng Gunung Muria, menjadikan suasana sejuk. Cocok untuk menikmati Getuk Kajar. (sam/ern)