Zelya Kitchen: Ketika Hobi Baking Ibu Rumah Tangga di Kudus Menjelma Jadi Bisnis

PAMERKAN: Chusana Muchafidloh menunjukkan brownies panggang buatan tangannya, Selasa (15/7/25). (KHAYYA SA’ADATUN NURIS SUROYYA/JOGLO JATENG)

HOBI tak hanya sekadar kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu senggang dan mengistirahatkan pikiran dari padatnya kegiatan sehari-hari. Nyatanya, hobi juga dapat dimanfaatkan menjadi salah satu sumber cuan. Demikian itu dilakukan Chusana Muchafidloh, seorang ibu rumah tangga asal Pasuruhan Lor Kudus menemukan passion barunya sejak pandemi Covid-19 melanda 2021 lalu.

Perempuan dengan tiga anak ini memulai perjalanan kulinernya dengan baking atau membuat kue, roti dan semacamnya.  Dari ketidaktahuan total tentang memasak, hingga kini Chusana dikenal sebagai pembuat kue rumahan dengan nama brand Zelya Kitchen.

“Awalnya coba-coba membuat kue untuk anak-anak. Tetapi banyak yang tanya dan setelah menyicipi pada suka resep yang saya buat,” ungkapnya.

Hal itulah mendorongnya untuk menjadikan kegiatan baking sebagai hobi yang juga memberikan nilai tambah secara ekonomi. Tak hanya sekadar rampung, buatan kue Chusana selalu mengunggulkan kualitas dengan konsisten menggunakan bahan premium.

“Dalam setiap adonan, saya selalu menggunakan bahan premium. Demi menjaga rasa dan kepuasan pelanggan. Semua produk dibuat berdasarkan pesanan (ready by order). Sehingga tidak ada stok harian yang menumpuk,” jelasnya.

MENGGODA: Brownies dan donat hasil karya Chusana Muchafidloh. (KHAYYA SA’ADATUN NURIS SUROYYA/JOGLO JATENG)

Berbagai jenis kreasi kuliner kini dijual Chusana. Mulai dari brownies kukus dan panggang, donat, bolu pisang, risol mayo hingga aneka kue kering.

“Brownies dan donat banyak dipesan. Khususnya untuk ucapan ulang tahun, hadiah atau pesanan banyak di sebuah acara,” ungkapnya.

Bagi Chusana, hobi ini membawa manfaat nyata. Hasil dari hobinya itu digunakan untuk menabung, menambah uang jajan anak-anak hingga membeli kebutuhan baking dan meng-upgrade perlengkapan dapur secara bertahap..

“Selain menjadi media ekspresi dan hiburan di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga. Kegiatan ini juga mendatangkan penghasilan tambahan yang membantu ekonomi keluarga. Saya merasa lebih tenang. Karena anak-anak tidak lagi terbiasa jajan di luar,” ujarnya.

Berkat pemasaran melalui media sosial, produk buatannya kini menjangkau pasar yang lebih luas. Chusana membuktikan, dari dapur rumah yang sederhana, sebuah karya dan penghasilan bisa tumbuh selaras selama dijalani dengan konsistensi dan cinta.(cr9/iza).