KUDUS, Joglo Jateng – BPJS Ketenagakerjaan bakal terus memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan. Hal tersebut berguna memperluas akses perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di Indonesia.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjajaki kerja sama strategis dengan Bank BPD DIY untuk memperluas literasi dan meningkatkan kemudahan layanan. Kerja sama ini juga untuk memperluas cakupan kepesertaan hingga menjangkau pekerja sektor informal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto mengatakan, sektor perbankan memiliki peran penting dalam mendukung perluasan perlindungan sosial. Karena memiliki jaringan layanan yang dekat dengan masyarakat.
”Kolaborasi dengan perbankan membuka peluang baru untuk memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus mempermudah akses layanan bagi pekerja,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja dan pertemuan dengan jajaran Bank BPD DIY di Yogyakarta.
Menurut Bambang, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan masih menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Karena itu, diperlukan sinergi antara berbagai pihak agar semakin banyak pekerja memahami manfaat perlindungan sosial sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko pekerjaan maupun risiko kehidupan.
Ia menegaskan, perlindungan sosial memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Yakni ketika pencari nafkah mengalami musibah, kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, atau meninggal dunia.
”Perlindungan sosial bukan hanya soal manfaat santunan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya dalam menjalani aktivitas ekonomi,” katanya.
Selain memperluas kepesertaan, kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dan Bank BPD DIY juga diarahkan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Salah satu bentuk yang tengah didorong adalah pelaksanaan sosialisasi bersama kepada pekerja, pelaku UMKM, nasabah perbankan, hingga keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Bambang menilai edukasi pengelolaan keuangan juga penting diberikan kepada ahli waris peserta yang menerima manfaat santunan. Dengan pemahaman yang baik, dana santunan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlangsungan ekonomi keluarga.
”Dana manfaat yang diterima perlu dikelola dengan bijak agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga peserta,” jelasnya.










