Kendal  

Bukan Rapat atau Seminar, SMK Muga Weleri Pilih Nobar Children of Heaven untuk Perkuat Pendidikan Karakter

Siswa siswi SMK Muhammadiyah Weleri saat nobar di bioskop Aneka Jaya, Selasa (23/6).(Istimewa)

KENDAL, Joglo Jateng – Cara berbeda dilakukan SMK Muhammadiyah 3 Weleri dalam memperkuat pendidikan karakter bagi tenaga pendidik dan kependidikan. Bukan melalui rapat atau seminar, sekolah ini memilih menggelar nonton bareng film Children of Heaven di Bioskop Aneka Jaya Kendal, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti seluruh guru dan karyawan SMK Muhammadiyah 3 Weleri sebagai bagian dari penguatan nilai kemanusiaan dan karakter di lingkungan sekolah. Untuk mendukung pelaksanaan, pihak sekolah memesan satu studio khusus agar seluruh peserta dapat mengikuti pemutaran film bersama-sama.

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Maulana Malik Ibrohim, mengatakan kegiatan itu menjadi bagian dari upaya sekolah membangun pendidikan karakter dengan pendekatan berbeda.

“Pendidikan karakter adalah fondasi utama. Setiap kegiatan harus memberi nilai positif dan manfaat nyata bagi seluruh warga sekolah,” katanya.

Film Children of Heaven merupakan karya sutradara Iran Majid Majidi yang dikenal luas mengangkat tema kemanusiaan. Film tersebut menceritakan perjuangan kakak beradik, Ali dan Zahra, yang hidup dalam keterbatasan ekonomi di Tehran.

Cerita bermula ketika Ali kehilangan sepatu milik Zahra. Karena kondisi keluarga yang serba kekurangan, keduanya harus berbagi satu pasang sepatu untuk tetap bersekolah secara bergantian.

Melalui alur cerita sederhana, film ini menyampaikan pesan tentang kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, pengorbanan, dan kepedulian dalam keluarga.

Salah satu guru SMK Muhammadiyah 3 Weleri, Wahyuningsih, menyebut pemilihan film tersebut sengaja dilakukan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyentuh sisi emosional para peserta.

“Film ini mengajarkan rasa syukur, ketulusan, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai ini penting untuk terus ditanamkan kepada peserta didik maupun tenaga pendidik,” ujarnya.(ags)