Batang  

Jelang Lebaran, Dinkes Batang Gelar Monitoring Keamanan Pangan

SIDAK: Tim dari Dinas Kesehatan saat melakukan monitoring pengawasan keamanan makanan di Pasar Batang, Selasa (12/4). (HUMAS / JOGLO JATENG)

BATANG, Joglo Jateng – Jelang Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menggelar Monitoring atau Pengawasan Keamanan Pangan. Monitoring tersebut dilakukan di beberapa pasar dan mini market, salah satunya di Pasar Kabupaten Batang, Selasa (12/4).

Kasi Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Rizza Fauziyah mengatakan, kegiatan setahun sekali ini bertujuan untuk mengawasi peredaran makanan di wilayah Kabupaten Batang. Untuk mengantisipasi adanya bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya.

“Kita awasi keamanan bahan pangan baik makanan basah maupun kering. Mulai dari keamanan kemasan, kualitas, tanggal kadaluarsa, dan aman dari bahan berbahaya,” jelasnya di Pasar Batang, Selasa (12/4).

Ia menambahkan, selain di Pasar Kabupaten Batang, monitoring bahan pangan juga akan digelar di beberapa pasar dan minimarket se-Kabupaten Batang. Kegiatan tersebut akan dibagi menjadi dua tim yang tersebar di lokasi yang menjadi target monitoring.

“Untuk hari pertama, tim 1 monitoring ke wilayah Kecamatan Batang dan Kandeman. Sedangkan tim 2 ke wilayah Kecamatan Warungasem dan Wonotunggal,” tuturnya.

Ia menerangkan, dari beberapa sampel atau contoh makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. Saat di tes laboratorium secara cepat, ternyata hasilnya menyatakan negatif boraks, formalin dan pewarna tekstil.

“Hanya masih ditemukan beberapa produk di pasar maupun minimarket yang makanannya kadaluarsa. Serta beberapa kemasan rusak, dan tidak memiliki izin edar,” ungkapnya.

Ia berharap, bagi pedagang yang akan menjual makanan, untuk mengecek barangnya terlebih dahulu. Sudah memiliki izin edar atau belum, melebihi tanggal kadaluarsa atau belum. Jika makanan tersebut buatan sendiri harap dijaga kebersihan dan kandungannya, jangan menggunakan bahan berbahaya.

“Sedangkan, untuk pembeli diharapkan lebih teliti sebelum membeli. Cek selalu tanggal kadaluarsanya, lihat kemasannya apakah rusak atau tidak. Pilih makanan yang masih segar, jangan tergiur makanan yg harganya murah. Tapi lihat juga kualitas dan kebersihannya,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang pasar, Sinaga (38) menegaskan, makanan yang dijualnya sudah diteliti lagi sebelum dijual ke pembeli. Sehingga aman untuk dikonsumsi pembeli.

“Jika memang ditemukan makanan yang kurang layak jual, biasanya sudah kadaluarsa atau sudah berjamur. Maka produk makanan tersebut kita kembalikan lagi ke sales atau pemasarnya. Nanti akan diganti dengan produk yang baru. Itu sudah sesuai kesepakatan atau perjanjian dari awal antara sales dan pedagang,” paparnya. (hms/all)